**Media Kampung** – Ratu Suthida dari Thailand kembali menjadi sorotan lewat kemampuannya di dunia penerbangan. Pada Rabu, 14 Oktober 2026, ia menerbangkan sendiri pesawat kerajaan berjenis Boeing 737-800 yang membawa rombongan menuju Jepang. Perjalanan tersebut dilakukan dalam rangka kunjungan kerajaan untuk menghadiri Kejuaraan Hoki Es Putri Asia 2027 di Sapporo.
Mengutip laporan Departemen Hubungan Masyarakat Pemerintah Thailand, pesawat kerajaan yang diterbangkan Ratu Suthida berangkat dari Bandara Militer Don Mueang, Bangkok, dan mendarat di Bandara New Chitose, Hokkaido, pada pukul 10.05 waktu setempat. Setelah tiba, ia melanjutkan perjalanan dengan mengemudikan mobil sendiri menuju hotel di Sapporo.
Aksi tersebut menjadi semakin menarik karena beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 8 Oktober 2026, Ratu Suthida juga mencatat pencapaian baru dalam karier penerbangannya. Ia berhasil melakukan penerbangan solo menggunakan jet tempur Saab JAS 39C Gripen di Wing 7, Surat Thani, Thailand. Penerbangan selama 41 menit itu menjadikannya perempuan Thailand pertama yang menerbangkan jet tempur Gripen secara solo, menurut sejumlah laporan media.
Penerbangan Solo dengan Jet Tempur Gripen
Penerbangan solo menggunakan jet tempur Gripen tersebut merupakan bagian dari program pelatihan penerbang yang dijalani Ratu Suthida bersama Angkatan Udara Kerajaan Thailand. Menurut laporan Thai PBS, sebelum mencapai tahap penerbangan solo, ia mengikuti pembelajaran teori, pelatihan penanganan situasi darurat, serta 20 sesi penerbangan menggunakan simulator. Ia kemudian menjalani latihan menggunakan JAS 39D Gripen berkursi dua sebelum menerbangkan JAS 39C Gripen berkursi tunggal seorang diri. Raja Maha Vajiralongkorn turut menyaksikan penerbangan tersebut.
Berdasarkan laporan Thai PBS, Ratu Suthida menjalani pelatihan sesuai standar Angkatan Udara Thailand, termasuk kursus transisi untuk menerbangkan pesawat tempur Gripen. Program pelatihan teori dan situasi darurat berlangsung pada Juni hingga Juli 2026, sebelum dilanjutkan dengan latihan simulator dan penerbangan langsung. Pencapaian ini menambah pengalaman Ratu Suthida yang sebelumnya telah menerbangkan beragam pesawat, baik sipil maupun militer. Ia juga kerap bertugas sebagai kopilot mendampingi Raja Thailand dalam perjalanan kerajaan menggunakan pesawat.
Jam Terbang Ratu Suthida
Menurut data yang dipublikasikan Thai PBS berdasarkan informasi penerbangan kerajaan, Ratu Suthida telah mengantongi total 1.188,48 jam terbang menggunakan berbagai jenis pesawat hingga penerbangan solo Gripen pada 8 Oktober 2026. Ia pertama kali menerbangkan pesawat pada 13 Mei 2010, menggunakan Cessna T-41D milik Angkatan Udara Thailand. Berikut rincian jam terbang Ratu Suthida berdasarkan jenis pesawat:
- Cessna T-41: 315,33 jam
- CT-4E Airtrainer: 38,35 jam
- Pilatus PC-9: 105,59 jam
- Mooney M-20M: 98,40 jam
- Piper PA-34 Seneca: 137,50 jam
- Boeing 737-400: 27,09 jam
- Boeing 737-800: 453,11 jam
- JAS 39D Gripen: 10,13 jam
Catatan tersebut memperlihatkan pengalamannya menerbangkan pesawat dengan karakteristik berbeda, mulai dari pesawat latih, pesawat bermesin piston untuk penerbangan sipil, hingga pesawat komersial berbadan besar. Pengalaman dengan Gripen juga menjadi bagian dari prosesnya mempelajari pengoperasian pesawat tempur modern.
Kunjungan ke Jepang untuk Kejuaraan Hoki Es Putri Asia 2027
Di luar aktivitas penerbangan, Ratu Suthida melakukan kunjungan ke Jepang pada 14-22 Oktober 2026 atas undangan Presiden Federasi Hoki Es Internasional (IIHF). Ia dijadwalkan menyaksikan Kejuaraan Hoki Es Putri Asia 2027 (The 2027 IIHF Ice Hockey Womens Asia Championship) di Tsukisamu Ice Hockey Rink, Sapporo, pada 15-18 Oktober 2026. Ratu Suthida menjabat sebagai Duta Hoki Es Putri Dunia untuk IIHF. Dalam rangkaian kejuaraan tersebut, ia juga dijadwalkan menyerahkan medali dan trofi kepada para atlet yang berkompetisi.
Setibanya di Bandara New Chitose, Ratu disambut oleh Duta Besar Thailand untuk Jepang, Vichu Vejjajiva, beserta istrinya, Kanyarat Vejjajiva. Sejumlah atase militer, pejabat, dan staf Kedutaan Besar Thailand di Jepang turut hadir dalam penyambutan. Ratu kemudian menuju Hotel InterContinental Sapporo untuk menginap selama kunjungannya. Perjalanan ini menjadi sorotan karena berlangsung hanya beberapa hari setelah Ratu Suthida menyelesaikan penerbangan solo dengan jet tempur Gripen. Dua penerbangan tersebut memperlihatkan pengalaman penerbangannya yang mencakup pesawat komersial dan pesawat tempur militer.













