Media Kampung – Acara nonton bareng pertandingan Persib Bandung melawan PSM Makassar di halaman Polres Banjar, Polda Jawa Barat, pada Minggu (17/5/2026) menjadi momen berharga bagi Apih, seorang pedagang atribut Persib asal Bandung. Ia menempuh perjalanan jauh ke Kota Banjar dengan tujuan mendapatkan keuntungan sekaligus menunjukkan kecintaannya kepada tim Maung Bandung.
Apih, yang berusia 54 tahun, membawa berbagai macam atribut seperti jersey dan aksesori Persib untuk dijual selama acara nobar berlangsung. Kesempatan ini dimanfaatkan olehnya untuk mengais rezeki dari para pendukung Persib yang hadir di Banjar. Perjalanan yang cukup jauh tidak menyurutkan semangat Apih dalam menjalankan usahanya.
Antusiasme suporter Persib yang hadir sangat membantu penjualan Apih. Para fans terlihat antusias mengenakan atribut resmi Persib, yang membuat permintaan terhadap barang dagangannya meningkat. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa hubungan emosional antara suporter dan pedagang atribut membentuk sebuah ekosistem yang saling menguntungkan.
Perjalanan Apih yang berasal dari Bandung ke Banjar untuk berjualan atribut Persib ini menggambarkan bagaimana semangat dan kecintaan terhadap sepak bola bisa menjadi sumber penghidupan sekaligus motivasi. Ia menunjukkan bahwa usaha keras dan dedikasi terhadap hal yang disukai dapat membuka peluang baru di luar kota asal.
Hingga akhir acara nobar, Apih terus melayani pembeli dengan penuh semangat. Ia berharap, selain mendapatkan keuntungan dari penjualan atribut, tim Persib juga dapat terus menunjukkan performa terbaik dan meraih juara di kompetisi musim ini. Kisahnya menjadi contoh bagaimana olahraga dan bisnis dapat berjalan beriringan, memberikan manfaat bagi banyak pihak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan