Media Kampung – 12 April 2026 | Duta Besar Iran untuk Indonesia, Abbas Araghchi, menerima dukungan luas dari para tokoh nasional Indonesia, sekaligus menegaskan rasa hormatnya jika Presiden Prabowo Subianto kelak terpilih.

Beragam tokoh politik, akademisi, dan pemimpin usaha menyampaikan sambutan positif terhadap pernyataan Araghchi, menilai dukungan tersebut dapat memperkuat hubungan bilateral.

Araghchi menyebutkan, “Sangat terhormat apabila nanti diterima Presiden Prabowo, karena kerjasama strategis antara Iran dan Indonesia akan semakin intensif.”

Penunjukan Araghchi sebagai duta besar pada 2024 menandai era baru dalam diplomasi Tehran, dengan latar belakang pengalaman panjang di forum multilateral.

Prabowo Subianto, kandidat presiden dari Koalisi Indonesia Maju, menekankan agenda ekonomi dan energi sebagai prioritas utama, yang sejalan dengan kepentingan Iran.

Beberapa tokoh senior Partai Gerindra, seperti Airlangga Hartarto, menilai dukungan Araghchi sebagai sinyal kuat bahwa kebijakan luar negeri Indonesia akan tetap independen.

Veteran politikus Siti Nurbaya, mantan menteri luar negeri, menambahkan, “Hubungan Iran-Indonesia telah lama berbasis saling menghormati, dan dukungan ini menegaskan komitmen bersama.”

Para ahli hubungan internasional menilai pernyataan tersebut dapat menambah bobot Indonesia dalam forum OPEC dan G20, mengingat peran Iran di sektor energi.

Sejarah hubungan bilateral mencatat kerja sama di bidang energi, pertanian, dan kebudayaan sejak era Orde Baru, yang kini kembali mendapat sorotan.

Kerja sama terbaru meliputi pembangunan pembangkit listrik tenaga air di Jawa Barat dan pertukaran mahasiswa teknik antara Tehran dan Bandung.

Araghchi juga menyinggung klaim kemenangan Iran atas AS-Israel dalam konflik regional, yang menimbulkan keprihatinan di kalangan pemerhati keamanan internasional.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi Iran yang menolak tekanan Barat, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia sebagai penyeimbang diplomatik.

Kementerian Luar Negeri Indonesia menanggapi dengan hati-hati, menyatakan dukungan terhadap semua pihak yang mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional.

Presiden Joko Widodo belum memberikan komentar resmi, namun menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional dalam setiap hubungan bilateral.

Survei publik menunjukkan mayoritas warga Indonesia menganggap hubungan dengan Iran menguntungkan, terutama dalam bidang energi dan teknologi.

Pakar ekonomi Dr. Rudi Hartono menilai, “Jika Prabowo terpilih, potensi investasi Iran di sektor infrastruktur dapat meningkatkan pertumbuhan PDB sebesar 0,3% per tahun.”

Di sisi keamanan, analis pertahanan menyoroti bahwa kerja sama intelijen antara kedua negara dapat memperkuat penanggulangan terorisme di kawasan Asia Tenggara.

Namun, beberapa pengamat mengingatkan bahwa hubungan dengan Iran harus tetap seimbang, mengingat sanksi internasional yang masih berlaku.

Para tokoh bisnis mengungkapkan harapan agar kebijakan luar negeri yang proaktif dapat membuka pasar baru bagi produk Indonesia di Iran.

Selama pertemuan di Kedutaan Iran, Araghchi menandatangani nota kesepahaman dalam bidang energi terbarukan dan riset ilmiah.

Nota tersebut mencakup proyek pilot pembangkit listrik tenaga surya di provinsi Lampung, yang direncanakan selesai pada akhir 2027.

Pengamat politik menilai dukungan Araghchi dapat menjadi faktor penentu dalam dinamika koalisi politik pada pemilihan presiden mendatang.

Jika Prabowo berhasil meraih kursi kepresidenan, diharapkan hubungan Indonesia-Iran akan mencapai puncak baru, mencakup perdagangan barang strategis dan pertukaran teknologi.

Penutup, situasi diplomatik saat ini menunjukkan sinergi positif antara Indonesia dan Iran, dengan dukungan tokoh nasional yang memperkuat harapan akan kerjasama berkelanjutan di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.