Media Kampung – 12 April 2026 | Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menghabiskan waktu di Kota Solo pada Kamis 9 April 2026 dengan melukis panorama Sungai Bengawan Solo secara langsung di kawasan Pintu Air Demangan.
Kegiatan seni tersebut bertepatan dengan kehadiran tim bola voli miliknya, Lavani, yang sedang berkompetisi di babak Final Four Proliga 2026.
SBY memilih lokasi tepi sungai di kawasan Beton, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, yang memberikan pemandangan langsung ke aliran terpanjang di Pulau Jawa.
Pintu Air Demangan, yang berdiri sejak awal abad ke-20 pada masa pemerintahan Pakubuwono X, berfungsi mengendalikan banjir dan memisahkan aliran Kali Pepe sebelum memasuki Bengawan Solo.
Dalam suasana hujan deras, mantan presiden tetap melanjutkan proses melukis meski harus berpindah ke hotel tempat ia menginap untuk menyelesaikan karya.
Andi Mallarangeng, Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat, menjelaskan bahwa SBY menggunakan teknik finger painting, sebuah metode yang terinspirasi oleh maestro seni Indonesia, Affandi.
“Beliau melukis dengan gaya finger painting. Pelopor teknik itu adalah almarhum Affandi,” ujar Andi dalam wawancara.
Menurut Andi, motivasi melukis muncul saat jadwal pertandingan Lavani memberi ruang bagi SBY untuk beraktivitas kreatif di luar urusan politik.
SBY menegaskan fokusnya pada lukisan hingga selesai, meski cuaca kurang bersahabat.
Pengamat seni menilai penggunaan finger painting mencerminkan keinginan SBY mengeksplorasi bentuk ekspresi visual yang lebih organik dan personal.
Lokasi Pintu Air Demangan terletak tidak jauh dari struktur bersejarah Pintu Air Demangan Baru yang dibangun pada tahun 2021, menambah nilai estetika latar belakang lukisan.
Kawasan tersebut menjadi saksi pertemuan antara aliran air tradisional dan modernitas kota Solo, yang menjadi subjek utama dalam lukisan SBY.
Para pemuda yang berada di sekitar lokasi melaporkan antusiasme tinggi terhadap kehadiran mantan presiden yang sedang berkarya.
Beberapa dari mereka mengunggah foto dan video kegiatan SBY di media sosial, menimbulkan perbincangan luas di kalangan netizen.
Reaksi publik cenderung positif, menyoroti sisi humanis SBY yang tetap aktif dalam kegiatan seni meski telah menjabat.
Selain melukis, SBY juga menyempatkan diri mengamati latihan tim Lavani, menunjukkan dukungan terhadap olahraga nasional.
Proliga 2026 sendiri menampilkan pertandingan sengit antara tim-tim unggulan, dengan Lavani berhasil melaju ke babak semifinal.
Kegiatan seni SBY dipandang sebagai bentuk relaksasi yang memperkaya citra pribadi mantan pemimpin negara.
Sejarawan lokal menambahkan bahwa Pintu Air Demangan pernah menjadi titik penting dalam pengendalian banjir pada era kolonial Belanda.
Bangunan tersebut dibangun bekerja sama antara pemerintah kolonial Belanda dan pihak Mangkunegaran, menandai sinergi budaya.
Dalam konteks kebudayaan, lukisan SBY menjadi dokumentasi visual yang mengabadikan warisan historis dan alam Kota Solo.
Pengunjung lain yang hadir di area tersebut memberikan komentar bahwa kehadiran SBY menambah nilai edukatif bagi generasi muda.
Sejumlah pejabat daerah mengapresiasi kunjungan SBY sebagai upaya memperkuat citra Solo sebagai kota bersejarah dan seni.
SBY menyatakan bahwa melukis di tepi Bengawan Solo memberikan ketenangan dan mengingatkannya pada nilai-nilai kebersamaan.
Ia menambahkan, “Setiap goresan menghubungkan saya dengan sejarah dan keindahan alam yang tak lekang oleh waktu.”
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, termasuk perwakilan Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan.
Para hadirin menekankan pentingnya melestarikan situs bersejarah seperti Pintu Air Demangan sambil memanfaatkan potensi pariwisata budaya.
Kunjungan SBY juga menjadi momentum bagi pemerintah kota untuk mempercepat renovasi fasilitas di sekitar kawasan sungai.
Rencana tersebut mencakup perbaikan trotoar, penerangan jalan, dan penataan area hijau di tepi sungai.
Dengan demikian, diharapkan kunjungan serupa di masa depan dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap pelestarian lingkungan.
Secara keseluruhan, aksi melukis SBY di Pintu Air Demangan menegaskan peran aktif tokoh publik dalam mengangkat nilai-nilai seni, sejarah, dan olahraga secara bersamaan.
Momentum ini menginspirasi generasi muda untuk lebih mengenal warisan budaya sekaligus mendukung perkembangan olahraga nasional.
Kegiatan tersebut menutup agenda kunjungan SBY ke Solo dengan catatan positif dari berbagai kalangan.
Keberhasilan SBY melukis meski cuaca buruk menunjukkan dedikasinya terhadap seni dan budaya Indonesia.
Dengan menampilkan kreativitas di tengah ruang publik, SBY memberikan contoh nyata tentang pentingnya keterlibatan sosial pasca masa jabatan.
Hal ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak tokoh publik untuk berkontribusi dalam bidang kebudayaan.
Artikel ini mencerminkan keberagaman aktivitas SBY yang meliputi seni, olahraga, dan pelestarian sejarah di satu titik waktu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan