Media Kampung – 09 April 2026 | Jakarta, 8 April 2026 – Umat Islam kembali memperbanyak puasa sunnah Senin dan Kamis menjelang akhir Ramadan dan Idulfitri.

Praktik ini mendapat perhatian luas setelah publikasi terbaru menekankan manfaat spiritual dan kesehatan yang signifikan.

Kedua hari tersebut dikenal memiliki delapan keutamaan, termasuk pengampunan dosa, peningkatan pahala, serta penurunan risiko penyakit kronis.

Keutamaan itu didasarkan pada hadis yang menyebutkan bahwa puasa pada hari-hari itu dapat menebus dosa masa lalu.

Selain itu, penelitian medis modern menunjukkan hubungan antara puasa berkala dan perbaikan metabolisme.

Baca juga:

Menjelang bulan Syawal, banyak umat yang ingin menggabungkan puasa Senin/Kamis dengan puasa enam hari Syawal.

Penggabungan niat memungkinkan pelaksanaannya dalam satu hari tanpa menambah beban jadwal harian.

Menurut Buya Yahya, pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah Cirebon, “Puasa sunnah yang bersifat sejenis dapat digabung, yang tidak dapat adalah antara wajib dan sunnah.”

Buya menegaskan bahwa niat yang mencakup kedua tujuan sah secara hukum fikih.

Niat puasa Senin atau Kamis biasanya diucapkan sebelum terbit fajar, dengan lafaz “Usholli niyyata siyami yawmi al‑ithnayn/ al‑khamees”.

Bagi yang ingin menambahkan puasa Syawal, niat dapat diperluas menjadi “… wa siyami yawmi al‑shawal”.

Versi Latin dan terjemahan artinya biasanya disertakan untuk memudahkan umat yang belum menguasai aksara Arab.

Niat tersebut dapat dibaca sekali sebelum sahur, karena niat bersifat batin dan tidak memerlukan pengulangan.

Beberapa ulama menegaskan bahwa membaca niat pada siang hari tetap diterima, asalkan sebelum memulai puasa.

Waktu pelaksanaan puasa Senin dan Kamis tetap dimulai saat terbit fajar hingga matahari terbenam.

Baca juga:

Batas akhir puasa Syawal tahun 1447 H jatuh pada 18 April 2026, memberi kesempatan enam hari puasa tambahan.

Dengan menggabungkan kedua niat, umat dapat melaksanakan puasa pada Senin atau Kamis di bulan Syawal tanpa mengurangi hari puasa Syawal.

Praktik ini semakin populer di kalangan pekerja kantoran yang memiliki waktu terbatas.

Media sosial menunjukkan peningkatan pencarian “niat puasa Senin Kamis Syawal” selama minggu pertama April.

Pemerintah daerah setempat tidak mengeluarkan regulasi khusus, namun mendorong edukasi melalui masjid dan lembaga keagamaan.

Kegiatan kajian fikih di beberapa masjid menyoroti pentingnya niat yang jelas dan tidak menimbulkan keraguan.

Penulis artikel mengingatkan bahwa puasa tetap sah bila niatnya tulus dan dilaksanakan sesuai syarat.

Sebagai tambahan, pelaksanaan puasa Senin/Kamis tidak memerlukan persiapan khusus selain sahur yang cukup.

Namun, dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga stamina selama berpuasa.

Para ahli gizi menekankan pentingnya hidrasi sebelum fajar dan asupan karbohidrat kompleks.

Baca juga:

Di samping manfaat rohani, puasa rutin dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Oleh karena itu, kombinasi puasa Senin/Kamis dan Syawal dianggap selaras dengan prinsip kesehatan Islam.

Umat yang mengikuti panduan niat gabungan diharapkan memperoleh pahala ganda serta manfaat fisik.

Pengawasan oleh ulama lokal memastikan bahwa pelaksanaan tidak melanggar tata cara wajib puasa.

Secara keseluruhan, niat puasa Senin dan Kamis yang dipadukan dengan puasa Syawal menawarkan cara praktis untuk memperbanyak ibadah tanpa menambah beban, sekaligus memperkuat kesejahteraan spiritual dan fisik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.