Media Kampung – 07 April 2026 | Jakarta, 7 April 2026 – Ketua DPP Gerindra Andre Rosiade dan putrinya Azizah Salsha menerima permintaan maaf secara langsung dari YouTuber Muhammad Jannah, yang lebih dikenal dengan nama Bigmo.

Pertemuan berlangsung di sebuah ruang pertemuan pada Senin 6 April, di mana Bigmo hadir bersama ibunya, Putri Regia.

Andre Rosiade duduk bersama Azizah Salsha di sebuah meja panjang, sementara Bigmo dan ibunya berdiri di sisi lain.

Video yang diunggah Bigmo menampilkan dialog singkat di antara mereka, meski isi percakapan tidak terdengar dalam rekaman.

Setelah pertemuan, Bigmo mengunggah serangkaian foto dan video yang menampilkan mereka berempat berfoto bersama.

Dalam caption Instagramnya, Bigmo menulis, “Terima kasih kak @azizahsalsha_ & pak @andre_rosiade atas waktu dan kelapangan dadanya untuk membuka pintu untuk saya dan bunda saya.”

Ia menambahkan permohonan maaf atas kegaduhan yang dibuat oleh kakaknya, Adimas Firdaus alias Resbob.

Bigmo menyatakan harapan agar insiden tersebut menjadi pelajaran bagi semua konten kreator untuk menghasilkan konten lebih positif.

Kasus ini bermula ketika Azizah Salsha melaporkan akun TikTok @ibaratbradpittt dan YouTube Niceguymo kepada Bareskrim Polri pada Agustus 2025.

Akunt tersebut dikelola oleh Bigmo dan Resbob, yang diduga menyebarkan fitnah terkait perselingkuhan dan kehidupan pribadi Azizah.

Polri menetapkan Bigmo dan Resbob sebagai tersangka pada 5 Maret 2026 dengan dakwaan pencemaran nama baik.

Mereka didakwa berdasarkan Pasal 45 ayat (4) dan (6) juncto Pasal 27A UU ITE serta Pasal 310 dan 311 KUHP.

Saat ini, jadwal pemeriksaan belum ditentukan, namun laporan Azizah masih dapat dicabut.

Azizah menyatakan tidak lagi ingin terlibat dalam perdebatan daring dan lebih memilih sikap “ya sudah”.

Ia menegaskan keinginannya untuk hidup damai bersama keluarga tanpa gangguan media sosial.

Andre Rosiade menanggapi permohonan maaf dengan menerima sikap terbuka Bigmo dan menyatakan akan memproses pencabutan laporan.

Ia menekankan pentingnya peran influencer muda sebagai teladan bagi generasi yang lebih muda.

“Bigmo anak muda punya potensi, pengikutnya banyak, jadi jadilah contoh yang baik,” ujarnya.

Bigmo mengakui kesalahannya dan berjanji tidak mengulangi perbuatan yang menyinggung Azizah dan keluarganya.

Dia menambahkan, “Saya berjanji untuk membuat konten yang lebih bermutu dan bermanfaat ke depannya.”

Ibunya, Putri Regia, turut mengucapkan terima kasih kepada Andre dan Azizah atas kesempatan berdialog.

Para saksi menyebut suasana pertemuan hangat, dengan semua pihak berpakaian berwarna putih.

Foto bersama menampilkan Azizah memeluk ibunya Bigmo, menandakan ikatan perdamaian yang terjalin.

Pengamat media menilai langkah ini dapat menurunkan tensi di ruang digital dan memberikan contoh resolusi damai.

Kasus pencemaran nama baik ini menjadi sorotan publik karena melibatkan tokoh politik dan konten kreator berpengaruh.

Menurut hukum, pencemaran nama baik dapat dijatuhi sanksi pidana bila terbukti mengandung fitnah atau kebohongan.

Namun, proses hukum dapat dipercepat bila korban memilih mencabut laporan.

Azizah mengindikasikan kesiapan untuk mencabut laporan setelah pertemuan ini.

Jika laporan dicabut, proses hukum terhadap Bigmo dan Resbob dapat berakhir lebih cepat.

Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai keputusan akhir terkait kasus ini.

Komunitas digital menanggapi positif aksi damai ini, menyoroti pentingnya etika berbahasa di media sosial.

Beberapa netizen memuji Bigmo karena berani mengakui kesalahan di depan publik.

Pengguna lain mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkan konten.

Secara keseluruhan, pertemuan tersebut menandai titik balik dalam perseteruan antara keluarga politisi dan konten kreator.

Semua pihak berharap agar pelajaran ini dapat memperbaiki standar konten digital di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.