Media Kampung – 07 April 2026 | Durian Fest 2026 digelar pada 4‑5 April di Desa Songgon, Kecamatan Songgon, sebagai upaya meningkatkan nilai dan daya saing durian Banyuwangi. Acara ini menandai langkah konkret pemerintah daerah untuk menjadikan durian bukan sekadar komoditas musiman.
Festival berlangsung di lereng Gunung Raung, memanfaatkan kondisi tanah vulkanik dan iklim tropis yang khas. Lingkungan tersebut memberikan karakter rasa dan aroma kuat pada durian setempat.
Sebanyak 26 peserta berkompetisi dalam Kontes Durian Lokal Premium, menampilkan buah dengan standar mutu tinggi. Selain itu, 18 varietas berpartisipasi dalam Kontes Durian Warna, menonjolkan keunikan visual dan rasa.
Wakil Ketua Panitia, Hariyanto, menegaskan bahwa festival bukan sekadar acara hiburan, melainkan strategi peningkatan kelas produk. Ia menekankan pentingnya menambah nilai jual durian Banyuwangi di pasar global.
Penilaian produk dilakukan oleh tiga juri berpengalaman: Nur Mualif dari Durian Traveler Store, Kepala Desa Songgon M. Qodri, dan Ketua MPIG Durian Merah Selamet Baktiman. Ketiganya memiliki latar belakang yang mendukung penilaian objektif.
Selamet Baktiman menekankan bahwa kualitas adalah faktor kunci untuk naik kelas. Ia menambahkan bahwa pemeliharaan mutu harus menjadi prioritas utama bagi petani.
Nur Mualif mencatat bahwa durian banyuwangi memiliki kombinasi rasa manis‑pahit serta tekstur lembut yang khas. Ia berpendapat bahwa karakter kuat tersebut menjadi aset penting bila dikelola secara profesional.
Festival juga menyajikan bazar durian yang menampung produk UMKM lokal. Pedagang memamerkan variasi olahan durian mulai dari makanan ringan hingga minuman.
Selain bazar, acara sarasehan memberikan ruang bagi para petani berbagi praktik terbaik. Diskusi mencakup teknik budidaya, pengendalian hama, dan pemasaran digital.
Fun run dan sesi makan bersama durian menjadi atraksi tambahan yang menarik pengunjung. Kegiatan tersebut meningkatkan interaksi antara konsumen dan produsen.
Keberadaan festival memberikan peluang pemasaran langsung bagi petani kecil. Penjualan di lokasi acara membantu mengurangi rantai distribusi panjang.
Para petani berharap eksposur ini membuka akses ke pasar ekspor. Durian dengan standar premium berpotensi masuk ke pasar Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberikan dukungan logistik dan promosi. Bantuan tersebut mencakup fasilitas transportasi, keamanan, dan penyuluhan teknis.
Penguatan merek durian Banyuwangi diharapkan meningkatkan pendapatan daerah. Analisis awal menunjukkan potensi peningkatan nilai tambah hingga 30 persen.
Strategi jangka panjang mencakup sertifikasi mutu dan pelabelan geografis. Langkah ini bertujuan melindungi keaslian produk serta meningkatkan kepercayaan pembeli.
Festival selanjutnya direncanakan menjadi acara tahunan dengan skala lebih besar. Penyelenggara berupaya menambah kategori kompetisi dan memperluas jaringan pemasaran.
Kombinasi faktor alam, kualitas produk, dan dukungan institusi menjadi kunci keberhasilan inisiatif ini. Semua pihak sepakat bahwa sinergi tersebut dapat mengangkat citra durian Banyuwangi ke tingkat internasional.
Durian Fest 2026 menutup dengan harapan bahwa durian lokal akan terus berkembang sebagai komoditas unggulan. Keberlanjutan program diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian wilayah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan