Media Kampung – 07 April 2026 | Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menegaskan kesiapan pasokan air irigasi dari Waduk Gajah Mungkur untuk mengantisipasi potensi kemarau panjang pada tahun 2026.

Untuk itu, kementerian telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Sragen, demi mengoptimalkan distribusi air.

Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa kapasitas waduk yang masih berada pada level aman memungkinkan penyaluran air ke lahan pertanian seluas lebih dari 80.000 hektar.

Data teknis menunjukkan volume air tersimpan di Waduk Gajah Mungkur mencapai 2,7 miliar meter kubik, cukup untuk mendukung kebutuhan irigasi selama tiga musim tanam.

Pemerintah daerah bersama Bappenas menyiapkan skema alokasi air yang bersifat dinamis, menyesuaikan dengan curah hujan bulanan.

“Kami akan memprioritaskan daerah yang paling terdampak kekeringan, terutama wilayah agraria di selatan Jawa Tengah,” ujar Menteri dalam konferensi pers di Jakarta.

Untuk mengurangi kehilangan air, Kementerian PU mengimplementasikan program rehabilitasi kanal dan pompa listrik yang rusak sejak 2022.

Selama dua tahun terakhir, lebih dari 150 kilometer jaringan irigasi telah diperbaiki, meningkatkan efisiensi distribusi air hingga 12 persen.

Selain infrastruktur, kementerian mengaktifkan sistem monitoring berbasis satelit untuk memantau ketersediaan air secara real time.

Data satelit tersebut diintegrasikan ke dalam aplikasi SiMANTAP, yang dapat diakses oleh petani dan pejabat daerah untuk mengambil keputusan cepat.

Menteri menekankan pentingnya partisipasi aktif petani dalam program konservasi tanah, yang dapat menurunkan kebutuhan air hingga 15 persen.

Program pelatihan teknik irigasi tetes dan sprinkler telah diluncurkan di 12 kabupaten, dengan target melibatkan lebih dari 30.000 petani pada akhir 2025.

Kebijakan ini selaras dengan rencana nasional untuk mengurangi ketergantungan pada curah hujan, mengingat proyeksi iklim menunjukkan peningkatan suhu rata‑rata 0,3 derajat Celsius setiap dekade.

BMKG memperkirakan kemungkinan terjadinya kekeringan berkepanjangan pada musim kemarau 2026, yang memicu langkah preventif pemerintah pusat.

Selain itu, Kementerian PU menyiapkan cadangan air darurat sebesar 150 juta meter kubik yang dapat dilepaskan dalam keadaan darurat.

Cadangan ini disimpan di bagian atas waduk dan dapat dioperasikan melalui pintu air otomatis yang telah terpasang sejak 2023.

Pemerintah daerah diharapkan menyampaikan permintaan air secara terstruktur melalui Dinas Irigasi, sehingga distribusi dapat dilakukan secara adil dan transparan.

“Kesiapan ini bukan sekadar janji, melainkan implementasi konkret yang telah kami persiapkan selama bertahun‑tahun,” kata Basuki menegaskan kembali.

Analis kebijakan pertanian menilai bahwa langkah ini dapat menstabilkan produksi padi dan jagung di Jawa Tengah, yang menyumbang lebih dari 25 persen produksi nasional.

Dengan pasokan air yang terjamin, pemerintah berharap dapat mencegah penurunan hasil panen yang biasanya terjadi pada masa kemarau ekstrem.

Kesiapan pasokan air irigasi dari Waduk Gajah Mungkur menunjukkan sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, dan petani dalam mengantisipasi tantangan iklim.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.