Media Kampung – 07 April 2026 | PP Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) mengumumkan penetapan Dewi Winarti sebagai Plt Ketua Umum dalam rapat pleno yang berlangsung di Jakarta.
Keputusan tersebut diambil untuk memastikan kelangsungan kepemimpinan organisasi menjelang masa transisi internal.
Rapat pleno dihadiri oleh seluruh pengurus tingkat pusat serta perwakilan cabang provinsi.
Para anggota menyepakati bahwa pilihan Dewi Winarti mencerminkan konsensus atas kebutuhan stabilitas struktural.
Dewi Winarti, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam kegiatan keagamaan dan sosial Fatayat NU.
Pengalamannya mencakup pengelolaan program pemberdayaan perempuan di beberapa provinsi.
Selama rapat, Dewi Winarti menyampaikan komitmen untuk meneruskan visi misi organisasi.
“Saya siap mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab, demi keberlanjutan Fatayat NU,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta pleno.
Beberapa pengurus menekankan pentingnya sinergi antar wilayah dalam menghadapi tantangan zaman.
Rapat juga membahas agenda kerja tahunan yang akan difokuskan pada pendidikan dan ekonomi umat.
Target utama adalah meningkatkan partisipasi perempuan dalam program dakwah dan sosial.
Penetapan Plt Ketua Umum ini bersifat sementara hingga Musyawarah Besar Nasional selanjutnya.
Musyawarah Besar direncanakan akan dilaksanakan pada akhir tahun mendatang.
Proses seleksi Ketua Umum tetap mengikuti mekanisme demokratis yang berlaku dalam PP Fatayat NU.
Pengurus inti menegaskan bahwa transparansi akan menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan tugas sementara.
Selain Dewi Winarti, struktur kepengurusan lainnya juga mengalami penyesuaian untuk memperkuat fungsi operasional.
Beberapa jabatan strategis diisi oleh tokoh yang memiliki latar belakang akademik dan pengalaman organisasi yang kuat.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian program prioritas yang telah disusun.
Pengurus pusat menambahkan bahwa fokus utama tahun ini adalah peningkatan literasi keagamaan.
Program literasi akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan formal dan non formal.
Inisiatif tersebut juga mencakup pelatihan kepemimpinan bagi pemudi di tingkat kecamatan.
Selain itu, Fatayat NU berencana memperluas jaringan koperasi perempuan di wilayah pedesaan.
Koperasi ini diharapkan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Pengembangan ekonomi kreatif juga masuk dalam agenda, menyesuaikan dengan tren pasar modern.
Dewi Winarti menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral untuk mengoptimalkan sumber daya.
“Kerja sama dengan pemerintah, swasta, dan organisasi masyarakat sipil akan menjadi kunci keberhasilan,” tambahnya.
Para anggota mengapresiasi sikap terbuka dan inklusif dalam pengambilan keputusan.
Hal ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi landasan Fatayat NU.
Rapat pleno berakhir dengan doa bersama memohon kelancaran pelaksanaan program.
Keputusan ini diharapkan memberikan stabilitas kepemimpinan hingga proses pemilihan resmi selesai.
Dewi Winarti akan memimpin rapat-rapat koordinasi dengan pengurus wilayah dalam minggu-minggu mendatang.
Pengurus pusat menyiapkan laporan evaluasi kinerja secara berkala untuk memastikan akuntabilitas.
Dengan penetapan ini, Fatayat NU menegaskan komitmennya dalam melayani perempuan Indonesia secara berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan