Media Kampung – 06 April 2026 | Persija Jakarta mengalami kekalahan 2-3 dari Bhayangkara FC pada pekan ke-26 Super League 2025/26, dengan kartu merah yang diterima Jordi Amat menjadi titik balik utama pertandingan.

Pertandingan digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada Minggu 5 April 2026, dan Persija sempat unggul lebih dulu lewat gol awal pada menit ke-12, dengan dukungan sekitar 15.000 penonton yang menyaksikan.

Namun Bhayangkara menyamakan kedudukan pada menit ke-27 melalui serangan balik, membuat skor menjadi 1-1 menjelang jeda pertama.

Awal babak kedua, Jordi Amat menerima kartu merah setelah menanduk tendangan lawan yang berbahaya pada menit ke-46, memaksa pelatih Mauricio Souza menurunkan satu pemain.

Keputusan wasit menurunkan Jordi mengurangi jumlah pemain Persija menjadi sepuluh, menurunkan kontrol permainan, menambah beban pertahanan, dan memaksa gelandang utama Persija menutup ruang tengah.

Meskipun berada di bawah satu pemain, Persija berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 lewat gol Fabio Calonego pada menit ke-58, gol tersebut memberi harapan singkat bagi tim, namun tekanan tetap tinggi.

Bhayangkara memanfaatkan kelebihan numerik dengan mencetak dua gol tambahan pada menit ke-71 dan 84, gol kedua Bhayangkara berasal dari tendangan bebas yang dieksekusi dengan akurasi tinggi, mengubah skor menjadi 3-2.

Kemenangan tersebut menambah tiga poin bagi Bhayangkara, sementara Persija harus menelan tiga poin penting dan tetap berada di zona tengah klasemen, kekalahan ini menurunkan Persija ke posisi ke-7, menambah beban pada agenda selanjutnya.

‘Jordi mendapat kartu merah karena melakukan kesalahan, dan tim langsung kehilangan ritme,’ ujar pelatih Brasil Mauricio Souza dalam konferensi pers selepas laga.

Souza menilai bermain dengan sepuluh orang menghambat strategi menyerang Persija, sehingga tim lebih banyak bertahan dan kehilangan peluang, strategi pressing tinggi yang direncanakan menjadi tidak efektif.

Ia menambahkan, bila Persija tetap bermain dengan sebelas pemain, hasil akhir kemungkinan besar berbeda dan tiga poin masih dapat diraih.

Kekalahan ini memperlebar jarak Persija dari pemuncak klasemen, Persib Bandung, menjadi sembilan poin dengan lima pertandingan tersisa, dengan hanya tiga pertandingan tersisa, peluang mengejar pemuncak menjadi semakin tipis.

Pada pekan yang sama, Persib Bandung mengalahkan Semen Padang 2-0, sementara Borneo FC Samarinda meraih kemenangan 1-0 atas Madura United, menambah tekanan pada Persija.

Bhayangkara FC, yang kini menempati posisi keempat, mengukuhkan diri sebagai pesaing kuat di papan tengah berkat tiga poin tambahan, posisi ini memberi mereka peluang lolos ke putaran final musim ini.

Persija dijadwalkan bertemu dengan Arema FC pada pekan berikutnya, pertandingan yang dianggap krusial untuk memperkecil jarak dengan pemimpin.

Pelatih Souza menegaskan perlunya disiplin dalam menghadapi lawan, terutama menghindari kartu merah yang dapat mengubah dinamika pertandingan.

Kejadian ini menyoroti pentingnya kontrol emosional dan konsistensi taktik dalam perebutan gelar Super League yang semakin kompetitif.

Dengan tiga poin yang tertinggal, Persija harus memperbaiki performa dan menghindari pelanggaran serupa untuk tetap berjuang di sisa musim.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.