Media Kampung – 06 April 2026 | Fabio Quartararo mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa mesin V4 baru Yamaha yang diharapkan menjadi terobosan di kelas utama.
Ia menuntut pihak Yamaha secara terbuka mengakui bahwa motor mereka kini tertinggal jauh dari rival utama seperti Ducati dan Honda.
Keluhan Quartararo muncul bersamaan dengan pernyataan Alex Rins yang juga menyatakan tidak nyaman mengendarai mesin V4 tersebut.
Rins menuturkan, “Motor tidak bekerja, saya melebar saat pengereman. Saya tidak bisa membelokkan motor untuk perubahan arah. Saya merasa tidak berguna di atas motor.”
Selain itu, rookie WorldSBK Toprak Razgatlıoğlu menguatkan keluhan dengan menyoroti ketidakstabilan mesin pada sesi latihan awal.
Yamaha memang melakukan perubahan signifikan pada YZR‑M1 2026 dengan mengadopsi konfigurasi V4 setelah bertahun‑tahun menggunakan mesin segitiga.
Langkah itu dimaksudkan untuk menutup kesenjangan aerodinamis dan meningkatkan output tenaga pada lintasan lurus.
Namun, transisi tersebut ternyata menimbulkan masalah integrasi elektronik yang memengaruhi respons gas dan kontrol pengereman.
Rins melaporkan serangkaian kegagalan elektronik pada balapan Amerika Serikat, yang berlanjut hingga sprint race dan balapan utama.
Ia menambahkan, “Saya membuka gas, tapi motor tidak memberikan respons,” menegaskan kesulitan yang dirasakan di trek.
Fabio Quartararo menegaskan bahwa ketidakmampuan mesin mengoptimalkan performa berpotensi mengurangi peluang Yamaha meraih podium.
Ia menuduh tim teknik Yamaha belum berhasil menyesuaikan setelan mesin untuk karakteristik pengendara.
Manajemen Yamaha belum memberikan pernyataan resmi terkait permintaan pengakuan tersebut.
Namun, beberapa pejabat tim mengindikasikan bahwa pengembangan mesin V4 masih dalam tahap penyempurnaan.
Tim teknis tengah bekerja memperbaiki satu unit motor yang mengalami masalah, namun belum menemukan solusi yang memuaskan semua pembalap.
Rins mengaku mempertimbangkan opsi pindah tim jika Yamaha tidak dapat menyelesaikan kendala teknis sebelum akhir musim.
Ia menyatakan, “Saya tidak tahu apakah akan berada di sini tahun depan, jadi saya harus mencari tempat saya,” menambah ketidakpastian masa depan pembalap.
Situasi ini menambah tekanan pada Yamaha, yang sebelumnya dikenal sebagai tim konsisten dalam perebutan gelar juara.
Jika Yamaha tidak segera mengatasi masalah V4, risiko kehilangan posisi kompetitif di klasemen MotoGP semakin besar.
Ke depannya, manajemen Yamaha diharapkan mengkomunikasikan langkah konkret untuk menutup kesenjangan dengan rival sekaligus menenangkan para pembalap.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan