Media Kampung – 05 April 2026 | John Herdman kini memimpin Timnas Indonesia dengan agenda padat menjelang FIFA Matchday Juni 2026 dan Piala AFF 2026.

Setelah menyelesaikan FIFA Series 2026 pada akhir Maret, Herdman mencatat satu kemenangan 4-0 melawan Saint Kitts and Nevis dan satu kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria.

Timnas Indonesia menggunakan dua laga tersebut sebagai laboratorium taktik, menilai keefektifan formasi yang diterapkan sejak Herdman ditunjuk.

PSSI, melalui ketua umum Erick Thohir, menegaskan bahwa hasil FIFA Series akan menjadi pijakan perbaikan menjelang kompetisi selanjutnya.

Jadwal resmi FIFA Matchday dijadwalkan 1‑9 Juni 2026, dengan dua pertandingan melawan lawan internasional yang akan menguji kesiapan skuad.

Selama periode tersebut, pemain yang berkarier di liga Eropa dipastikan dapat berpartisipasi, memberi kesempatan bagi Jay Idzes, Emil Audero, Kevin Diks, dan lainnya.

Namun, pada Piala AFF yang berlangsung 24 Juli‑26 Agustus 2026, regulasi FIFA melarang pemain yang berada di luar wilayah Asia untuk tampil.

Karena itu, Herdman akan mengandalkan pemain lokal yang aktif di BRI Super League, seperti Beckham Putra, Marc Klok, dan Shayne Pattynama.

Untuk menyiapkan kedua agenda, Herdman merencanakan seleksi intensif pada bulan Mei, mencakup evaluasi pemain dan pembentukan formasi.

Pengamat Ronny Pangemanan, yang dikenal sebagai Bung Ropan, menegaskan bahwa seleksi Mei menjadi titik penting untuk menyesuaikan taktik menjelang dua turnamen berdekatan.

“Kami membutuhkan 1,5 bulan persiapan intensif setelah April, dan seleksi Mei akan memastikan pemain siap untuk FIFA Matchday dan AFF,” ungkap Pangemanan.

Herdman menilai performa tim pada FIFA Series sebagai indikator awal, namun menekankan bahwa konsistensi diperlukan untuk mencapai target di AFF.

Target utama PSSI adalah meraih hasil terbaik di AFF, mengingat Indonesia belum pernah menjadi juara sejak kompetisi dimulai pada 1996.

PSSI berharap kehadiran pemain naturalisasi seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders dapat memperkuat lini tengah, meski mereka tidak dapat bermain di AFF.

Sementara itu, pemain diaspora yang berkompetisi di Eropa seperti Jay Idzes akan menjadi andalan utama pada FIFA Matchday.

Herdman juga menyoroti pentingnya kebugaran dan adaptasi taktik, mengingat jeda singkat antara dua turnamen.

Pelatihan di Bali United Training Center direncanakan sebagai pusat kebugaran, dengan fokus pada intensitas fisik dan kerja tim.

Pada sesi latihan terakhir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Herdman menekankan disiplin taktis dan mental pemain.

Menurut Thohir, proses yang dibangun oleh Herdman sudah menunjukkan perkembangan, dan hasil FIFA Matchday akan menjadi tolok ukur akhir persiapan.

Dengan jadwal yang padat, Timnas Indonesia kini berada pada fase krusial, mengandalkan seleksi Mei untuk menyatukan skuad yang kompetitif menjelang tantangan internasional.

Tim Garuda menatap FIFA Matchday dan Piala AFF 2026 dengan kesiapan yang meningkat, berharap meraih prestasi lebih tinggi bagi sepak bola Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.