Media Kampung – 05 April 2026 | Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Said Abdullah, menilai tragedi delapan prajurit TNI yang tewas di Lebanon sebagai titik balik bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil sikap tegas terhadap Israel, yang ia sebut menjadi beban dunia.

Ketiga prajurit yang gugur serta lima lainnya yang terluka merupakan anggota Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) yang tengah menjalankan tugas di wilayah selatan Lebanon, dan mereka akan dibawa kembali ke Indonesia melalui Bandara Soekarno‑Hatta pada sore hari ini.

Said menegaskan bahwa kematian mereka menuntut PBB membuktikan keberfungsian institusinya dengan menindak Israel secara nyata, karena menurutnya serangan Israel terhadap pasukan perdamaian menunjukkan rasa kebebasan dari hukum internasional.

Dia mencatat bahwa sejak Oktober 2024, pasukan Israel telah melakukan 25 kali serangan terhadap properti dan personel UNIFIL di Lebanon, menambah daftar panjang pelanggaran yang, menurutnya, mendapat impunitas serupa dengan kejahatan kemanusiaan di Gaza.

Sebagai respons, Said mengajak Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan negara‑negara berdaulat untuk mengajukan laporan resmi ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) guna menuntut pertanggungjawaban Israel atas tindakan yang dianggap melanggar Piagam PBB dan hukum humaniter.

Dia juga menuntut Israel mengakui kesalahan, menyampaikan permintaan maaf secara resmi di forum PBB, dan bersedia menjalani proses peradilan di ICC, sambil menyerukan pemutusan hubungan diplomatik serta kerja sama bidang lain oleh negara‑negara lain.

Beberapa negara Eropa, termasuk Spanyol yang menarik duta besarnya, serta Prancis dan Denmark yang menolak penjualan senjata ke Israel, telah menjadi contoh langkah isolasi yang dipuji oleh Said.

Pada sidang Majelis Umum PBB 12 September 2025, resolusi tentang solusi dua negara memperoleh dukungan 142 anggota, dan Said menekankan Sekretaris Jenderal serta Dewan Keamanan harus segera melaksanakan keputusan tersebut.

Ia menutup pernyataan dengan menekankan pentingnya solidaritas internasional dalam menegakkan keadilan, mengingat pengorbanan prajurit Indonesia yang gugur demi perdamaian di Lebanon, dan mengingatkan bahwa dunia tidak dapat berdiam diri terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang terus berulang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.