Media Kampung – 04 April 2026 | Pada Minggu 29 Maret 2026, ribuan kendaraan umum dan pribadi terlihat berdesakan di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang, Banyuwangi, menyiapkan penyeberangan ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Lonjakan ini menandai puncak arus balik Idul Fitri setelah tiga hari libur.

Kantor kepolisian lalu lintas Polresta Banyuwangi, melalui Kanit Turjawali Satlantas Ipda Rudi, mengonfirmasi peningkatan signifikan dalam volume kendaraan. Petugas ditempatkan di titik rawan untuk mengatur alur lalu lintas dan mencegah kemacetan.

“Kami sampaikan arus balik volume kendaraan meningkat. Kami mengimbau bagi para pengemudi untuk mematuhi dan mengikuti arahan petugas yang ada di lapangan. Selalu utamakan keselamatan, baik diri sendiri maupun orang lain,” kata Ipda Rudi kepada media.

Kepala UPT PPP LLAJ banyuwangi, Agung HP, menambahkan bahwa kepadatan disebabkan oleh kembalinya truk angkutan barang. Pengemudi diingatkan untuk tidak mendahului dan menggunakan jalur alternatif bila memungkinkan.

“Prediksi arus balik terjadi hari ini karena besok sudah mulai masuk kerja dan sekolah. Kami mengimbau pengemudi agar bersabar, berhati-hati, serta tidak saling mendahului,” ujar Karsi, menegaskan pentingnya disiplin di jalan.

Untuk membantu pengendara, LLAJ memasang Variable Message Sign (VMS) di sebelah selatan Terminal Sritanjung, memberikan informasi real‑time tentang kondisi lalu lintas. Sistem ini diharapkan mengurangi kebingungan dan memperlancar arus kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, I Komang SA, melalui Kabid Angkutan Tanto Sujono, menilai bahwa meskipun volume naik, aliran di pelabuhan tetap terkendali. Penerapan sistem Tiba Bongkar Muat (TBB) menjadi faktor utama kelancaran.

“Truk logistik sudah mulai beroperasi kembali, namun arus tetap mengalir dan tidak terjadi kemacetan total karena adanya penerapan sistem TBB. Kami harap pengendara tetap tertib mematuhi peraturan lalu lintas,” jelas Tanto.

Pengamatan lapangan hingga sore hari menunjukkan kepadatan namun tidak sampai menghambat pergerakan. Bus antarkota, mobil pribadi, dan truk logistik menempati mayoritas kendaraan yang menyeberang ke Pulau Dewata.

Data awal menunjukkan peningkatan sekitar 30 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencerminkan pulangnya tenaga kerja dan pelajar secara bersamaan. Peningkatan ini diproyeksikan menurun pada hari Senin ketika kantor dan sekolah resmi beroperasi.

Pihak kepolisian dan LLAJ akan terus memantau situasi, menyesuaikan penempatan personil, serta memperbarui informasi lewat VMS. Koordinasi antar instansi diharapkan meningkatkan responsifitas terhadap potensi kemacetan.

Pengendara diimbau untuk memanfaatkan aplikasi navigasi, mengecek jadwal kapal, serta menyiapkan dokumen kendaraan sebelum menyeberang. Langkah-langkah preventif ini diharapkan menurunkan risiko kecelakaan di area pelabuhan.

Secara keseluruhan, arus balik Lebaran 2026 menunjukkan pola yang lebih teratur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, berkat penegakan disiplin, penyediaan informasi digital, dan penerapan sistem TBB yang efisien. Kondisi ini memperkuat kesiapan wilayah dalam mengelola mobilitas massal pasca libur.

Dengan koordinasi lintas sektor, diharapkan arus kendaraan menuju Bali via Ketapang tetap lancar hingga akhir pekan, memastikan kepulangan yang aman bagi ribuan penduduk yang menanti kembali ke aktivitas rutin.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.