Media Kampung – 03 April 2026 | Pasangan ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutma dan Moh Reza Pahlevi Isfahani kembali menjadi sorotan setelah kegagalan di All England Open 2026. Mereka kini memusatkan persiapan menjelang Kejuaraan Asia 2026 di Ningbo, China.

Di All England, duo tersebut tersingkir di babak pertama oleh pasangan Prancis Toma Junior Popov dan Christo Popov. Hasil itu menandai satu-satunya turnamen yang mereka ikuti dalam tur Eropa pekan lalu.

Pelatih mereka, mantan juara dunia Hendra Setiawan, menilai penampilan Sabar/Reza tidak sesuai standar. “Permainan tidak keluar seperti biasanya, lebih kepada masalah teknis daripada fisik,” ungkapnya di Pelatnas Cipayung.

Hendra menegaskan tidak ada gangguan fisik pada pemain, melainkan kesulitan mengeksekusi taktik. “Latihan sudah lengkap, namun mereka belum menemukan ritme yang tepat,” tambahnya.

Untuk mengatasi penurunan performa, Hendra mengatur sesi sparring intensif di Pelatnas PBSI. Ia berharap latihan bersama pemain senior dapat mempercepat pemulihan ritme bermain.

Sabar menanggapi program tersebut dengan optimisme, menyatakan bahwa mereka tidak ingin terpuruk lama. “Kami berusaha bangkit secepatnya, karena setiap penurunan harus segera diatasi,” katanya.

Reza menambahkan target utama mereka adalah masuk skuad Tim Nasional untuk Piala Thomas 2026. “Jika performa di Asian Championships memuaskan, peluang masuk tim pasti meningkat,” ujarnya.

Kejuaraan Asia akan digelar 7-12 April 2026 di Ningbo, dan menjadi ajang penilaian utama bagi para pemain yang mengincar tempat di Piala Thomas. Turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi Sabar/Reza menampilkan perbaikan teknis.

Jadwal Piala Thomas 2026 telah ditetapkan pada 24 April-3 Mei di Horsens, Denmark. Indonesia akan bersaing di Grup D bersama Thailand, Prancis, dan Aljazair.

Hendra menekankan pentingnya stabilitas mental bagi pasangan muda itu. “Jika mereka merasa down, akan sulit meningkatkan performa,” kata pelatih saat konferensi pers.

Selain persiapan di Cipayung, Sabar/Reza juga berpartisipasi di Indonesia Masters 2026, di mana mereka bertemu pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal. Pertandingan tersebut menunjukkan mereka mampu bersaing di level domestik meski belum konsisten.

Analisis tim teknis PBSI menyebut bahwa perbaikan pada variasi serangan dan pertahanan net menjadi fokus utama dalam sesi latihan. “Kami menyesuaikan pola permainan agar lebih adaptif terhadap lawan cepat,” jelas asisten pelatih.

Jika performa di Asian Championships memuaskan, peluang mereka dipertimbangkan untuk masuk roster Piala Thomas. Keputusan akhir akan diambil setelah evaluasi menyeluruh oleh komite seleksi PBSI.

Dengan dukungan pelatih berpengalaman dan program latihan yang terstruktur, Sabar Karyaman Gutma dan Moh Reza bertekad mengakhiri periode penurunan dan menorehkan hasil positif di kompetisi mendatang. Mereka berharap Asian Championships menjadi batu loncatan menuju debut di Piala Thomas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.