Media Kampung – 02 April 2026 | Umat Islam akan memasuki serangkaian puasa sunnah pada April 2026, meliputi puasa Ayyamul Bidh serta puasa Senin‑Kamis. Kedua amalan tersebut diharapkan dapat memperkuat ibadah pasca‑Ramadhan dan menambah pahala secara konsisten.
Puasa Ayyamul Bidh dijadwalkan pada 2, 3, dan 4 April 2026 yang bertepatan dengan 13‑15 Syawal 1447 H. Selanjutnya, siklus yang sama akan kembali pada 1‑3 Mei 2026, menyesuaikan dengan 13‑15 Zulkaidah 1447 H.
Hadis riwayat Abu Hurairah mencatat Nabi Muhammad SAW memerintahkan tiga amalan: puasa tiga hari tiap bulan, shalat dhuha dua rakaat, dan shalat witir sebelum tidur. Pelaksanaan Ayyamul Bidh menjadi wujud nyata perintah tersebut.
Puasa Senin‑Kamis dipraktekkan setiap hari Senin dan Kamis sepanjang bulan, karena Rasulullah SAW bersabda amal manusia diangkat pada hari‑hari itu. Dengan berpuasa pada saat pengangkatan amal, seorang hamba berharap amalnya diterima dalam keadaan suci.
Jadwal lengkap puasa Senin‑Kamis di April 2026 meliputi 6, 9, 13, 16, 20, 23, 27, dan 30 April. Setiap tanggal tersebut menjadi kesempatan bagi umat untuk menambah pahla tanpa mengganggu kegiatan harian.
Beberapa ulama memperbolehkan penggabungan puasa Syawal dengan puasa sunnah lain bila terjadi pada hari yang sama, termasuk Ayyamul Bidh atau Senin‑Kamis. Praktik ini dianggap sah asalkan niat diucapkan secara jelas dan tidak menimbulkan keraguan.
Niat puasa Ayyamul Bidh dituliskan dalam bahasa Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى. Artinya, “Saya niat puasa hari‑hari putih secara sunnah karena Allah Ta’ala.” Kalimat ini diucapkan sebelum terbit fajar.
Untuk puasa Senin, niatnya berbunyi نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى, yang berarti “Saya niat puasa hari Senin sunnah karena Allah.” Pada hari Kamis, kata الإِثْنَيْنِ diganti dengan خَمِيسٍ.
Selain nilai spiritual, puasa sunnah diketahui memberikan manfaat kesehatan, seperti detoksifikasi sel, penurunan kadar gula darah, dan perbaikan metabolisme. Kajian medis modern menegaskan bahwa praktik berpuasa secara teratur dapat meningkatkan kebugaran tubuh.
Seorang pakar fiqh di Jakarta menekankan, “Niat harus dilontarkan dengan hati yang ikhlas, baik sebelum fajar maupun setelah terbit, selama belum makan atau minum. Kekuatan niat terletak pada kesungguhan dan keikhlasan.”
Meski puasa Ayyamul Bidh bersifat sunnah, tidak menunaikannya tidak menimbulkan dosa. Namun, melaksanakan secara rutin dianggap sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan menambah pahala secara berkelanjutan.
Dengan jadwal yang telah dipublikasikan, umat Islam dapat merencanakan puasa sunnah mereka pada bulan April 2026, menggabungkan niat yang tepat serta menjaga konsistensi ibadah. Pendekatan ini diharapkan memperkuat spiritualitas pasca‑Ramadhan secara menyeluruh.
Para media Islam di seluruh negeri telah menyiapkan kalender digital untuk memudahkan umat mengakses jadwal dan teks niat secara real time.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan