Media Kampung – 01 April 2026 | PT Taspen (Persero) memperkenalkan aplikasi Andal, layanan digital yang memungkinkan pensiunan melakukan autentikasi biometrik tanpa harus mengunjungi kantor cabang. Fitur ini dirancang untuk mempercepat verifikasi data dan menjaga kelancaran pencairan pensiun setiap bulan.

Autentikasi menjadi prosedur wajib bagi setiap penerima manfaat pensiun guna memastikan dana sampai pada pihak yang berhak. Kegagalan melakukan autentikasi selama tiga bulan berturut‑turut dapat berujung pada penangguhan sementara pembayaran.

Andal menyediakan dua metode verifikasi: manual yang memerlukan kunjungan ke mitra bayar, dan digital yang menggunakan selfie serta data biometrik yang telah terdaftar. Pengguna yang memilih opsi digital cukup membuka aplikasi, mengunggah foto wajah, dan menunggu konfirmasi otomatis.

Sebelum dapat mengakses autentikasi digital, pensiunan wajib menyelesaikan proses enrollment, yaitu perekaman data biometrik dan verifikasi identitas melalui aplikasi. Enrollment dapat dilakukan secara online, sehingga tidak lagi mengharuskan hadir di kantor Taspen.

Data yang dikumpulkan meliputi Nomor Induk Pegawai, data keluarga, serta nomor rekening bank yang akan menerima dana pensiun. Informasi ini diverifikasi oleh sistem untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan akurasi pembayaran.

Jika autentikasi tidak dilakukan tepat waktu, dampaknya bukan hanya penundaan pencairan, tetapi juga risiko kehilangan tunjangan tambahan seperti THR dan gaji ke‑13. Hal ini menimbulkan beban finansial bagi pensiunan yang mengandalkan pendapatan bulanan.

Menurut pernyataan resmi Taspen, sejak penerapan Andal, tingkat keterlambatan pembayaran pensiun menurun secara signifikan. Data internal menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen peserta berhasil melakukan verifikasi secara digital dalam tiga bulan terakhir.

Pensiunan yang telah berhasil melakukan autentikasi melaporkan proses pencairan menjadi lebih cepat, dengan dana masuk rekening dalam waktu 24 jam setelah konfirmasi. Mereka juga menilai aplikasi mudah dipahami dan tidak memerlukan perangkat khusus selain smartphone.

Namun, sejumlah pengguna melaporkan kendala teknis, seperti kegagalan selfie dikenali atau masalah jaringan yang menghambat proses upload. Taspen menyatakan akan meningkatkan algoritma pengenalan wajah dan menambah dukungan layanan pelanggan untuk menangani isu tersebut.

Penerapan autentikasi digital sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperkuat layanan publik berbasis teknologi dan mengurangi interaksi fisik. Langkah ini juga mendukung agenda digitalisasi sektor keuangan dan meningkatkan transparansi alur dana pensiun.

Bagi pensiunan ASN, proses enrollment mencakup verifikasi NIP, data keluarga, dan foto wajah, yang kemudian tersimpan dalam basis data terpusat Taspen. Basis data ini menjadi acuan utama dalam penyaluran gaji bulanan, tunjangan hari raya, dan gaji ke‑13.

Jika terjadi kesalahan pada data yang terdaftar, peserta dapat memperbaikinya melalui menu pembaruan profil di aplikasi Andal, dengan persetujuan petugas verifikasi. Perubahan data yang berhasil disetujui akan segera berlaku pada siklus pembayaran berikutnya.

Kebijakan penghentian pembayaran sementara bagi yang tidak melakukan autentikasi selama tiga bulan berturut‑turut bertujuan menjaga integritas sistem dan mencegah pencurian identitas. Peserta yang terkena sanksi dapat mengaktifkan kembali haknya setelah menyelesaikan proses enrollment dan autentikasi terbaru.

Dengan keberlanjutan layanan Andal, Taspen berharap dapat memastikan semua pensiunan menerima haknya tepat waktu, mengurangi beban administratif, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pensiun nasional. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan terus mendukung peningkatan infrastruktur digital demi kelancaran layanan sosial.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.