Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempertimbangkan menempuh langkah hukum menyusul tudingan yang menyebut dirinya berada di balik isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Isu tersebut saat ini tengah ditangani Polda Metro Jaya.
Hal itu disampaikan politikus Partai Demokrat Andi Arief melalui pernyataan di media sosial. Ia menyebut tudingan terhadap SBY telah menyebar secara masif dan dinilai sebagai fitnah yang merugikan nama baik mantan kepala negara tersebut.
โUntuk keadilan, jika tidak dihentikan, Pak SBY akan mensomasi pihak-pihak yang menyebar fitnah secara masif seolah beliau berada di belakang isu ijazah palsu,โ ujar Andi Arief, Jumat (2/1/2026).
Menurut Andi, narasi yang beredar di media sosial sebagian besar disebarkan oleh akun anonim yang menuding SBY sebagai dalang di balik polemik ijazah Presiden Jokowi. Ia menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan sengaja dibangun untuk menciptakan persepsi keliru di ruang publik.
Andi Arief juga mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan SBY dan membahas isu tersebut. Dalam pertemuan itu, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut disebut merasa terganggu dengan fitnah yang mengaitkan dirinya dalam konflik antara Presiden Jokowi dengan Roy Suryo dan sejumlah pihak lainnya.
Bahkan, dalam beberapa narasi yang beredar, SBY juga disebut berkolaborasi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Andi menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar fakta.
Ia menambahkan, hubungan SBY dan Presiden Jokowi selama ini terjalin dengan baik. Karena itu, Andi berharap pihak-pihak yang menyebarkan tudingan tersebut segera menghentikan aksinya.
Di akhir pernyataannya, Andi Arief mengajak seluruh kader Partai Demokrat untuk bersikap tegas membela SBY. Ia menegaskan bahwa selama ini SBY selalu mengajarkan politik yang santun dan tidak menyerang lawan dengan fitnah. Namun, jika dizalimi, langkah perlawanan dinilai perlu ditempuh melalui jalur hukum. (balqis).


















Tinggalkan Balasan