Media Kampung – 10 April 2026 | Marcus Rashford mengungkapkan kekecewaannya setelah Barcelona kehilangan leg pertama perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid dengan skor 0-2 pada 9 April 2026.
Ia menilai keputusan wasit pada insiden handball di dalam kotak penalti tidak masuk akal dan merugikan tim.
Rashford menegaskan, “Jelas bagi saya itu penalti. Ini pernah terjadi sebelumnya dan selalu diberikan. Saya tidak mengerti keputusan itu,” mengutip pernyataannya setelah pertandingan.
Ia menambahkan bahwa logika umum dan reaksi pemain kedua tim menegaskan bahwa seharusnya terjadi tendangan penalti.
Selain mengkritik wasit, Rashford membela rekan setimnya, Pau Cubarsi, yang menerima kartu merah pada babak pertama.
Menurutnya, red card tersebut merupakan konsekuensi risiko gaya bermain agresif Barcelona, bukan karena kurangnya kedewasaan.
Rashford menilai respons tim tetap positif meski kehilangan satu pemain, dan menekankan pentingnya meningkatkan klinis di depan gawang.
Ia menutup dengan catatan bahwa tim harus datang ke leg kedua dengan percaya diri, ketenangan, dan fokus pada penyelesaian akhir.
Barcelonah mengajukan keluhan resmi kepada UEFA terkait insiden handball yang tidak diberi penalti.
Pernyataan klub menyoroti kegagalan VAR dan keputusan wasit yang dianggap melanggar regulasi kompetisi.
Keluhan tersebut meminta penyelidikan, akses ke komunikasi wasit, serta tindakan korektif jika diperlukan.
Barcelona menegaskan bahwa keputusan serupa telah merugikan klub pada edisi sebelumnya, sehingga menimbulkan kerugian kompetitif.
Lamine Yamal, pemain muda Barcelona, juga menyuarakan optimisme usai kekalahan tersebut.
Yamal menulis di media sosial bahwa peluang tim masih terbuka dan mengajak seluruh pendukung untuk bersatu menjelang leg kedua.
Ia menekankan bahwa tim akan memberikan yang terbaik di pertandingan berikutnya.
Stephen Warnock, mantan pemain Premier League, menilai Rashford menunjukkan perubahan besar dalam sikap dan performa di Barcelona.
Warnock menyebut Rashford kini lebih berani menyerang bek lawan dan menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan.
Ia menilai perubahan tersebut dapat memengaruhi keputusan Barcelona untuk menjadikan Rashford pemain permanen.
Hansi Flick, pelatih tim yang menilai Rashford, menyatakan kepuasan atas kontribusi pemain asal Inggris itu.
Flick menilai Rashford menjadi pemain paling mengancam dalam pertandingan melawan Atletico, meski golnya dibatalkan karena offside.
Flick menambahkan bahwa kepercayaan diri Rashford yang meningkat memberi dorongan positif bagi skuad.
Rashford juga mengingatkan pentingnya menjaga intensitas permainan tanpa mengorbankan disiplin.
Ia menilai bahwa dalam gaya bermain agresif, kartu merah dapat terjadi, namun tim harus tetap responsif.
Keputusan VAR yang tidak mengintervensi pada insiden handball menimbulkan protes dari pemain dan pelatih.
Barcelona menilai keputusan tersebut menyalahi prinsip keadilan dalam kompetisi UEFA.
Rashford menegaskan aturan permainan mendukung klaim Barcelona, karena tindakan handball terjadi dalam situasi aktif.
Ia berargumen bahwa pemain yang menendang bola dengan kaki lalu menyentuhnya dengan tangan harus dikenai penalti.
Dengan kekurangan dua gol, Barcelona harus memperbaiki ketajaman serangan pada leg kedua di Madrid.
Rashford memperkirakan tim harus lebih klinis di depan gawang untuk mengubah hasil agregat.
Tim pelatih Barcelona berjanji akan menyiapkan strategi defensif dan ofensif yang lebih terarah.
Para pemain lainnya, termasuk Yamal, berkomitmen untuk meningkatkan kolaborasi dan tekanan pada lawan.
Jika Barcelona berhasil membalikkan keadaan, Rashford berharap hasil tersebut menjadi bukti ketangguhan mental tim.
Secara keseluruhan, Rashford, Yamal, dan pelatih menekankan pentingnya kepercayaan diri, ketenangan, dan eksekusi yang tepat di leg kedua.
Dengan komitmen tersebut, Barcelona berharap dapat mengatasi defisit dan melaju ke semifinal Liga Champions.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan