Media Kampung – 17 Maret 2026 | Stephanie Meyerson, seorang ibu rumah tangga asal Pontianak, Kalimantan Barat, resmi menjadi juara MasterChef Indonesia musim ke-13 pada akhir Maret 2026. Penampilannya di babak final yang disiarkan pada 14‑15 Maret berhasil mengungguli pesaing terberatnya, Bunga, dengan selisih tipis empat poin (2.518 vs 2.416). Kemenangan ini menandai sejarah baru bagi kota Pontianak, karena Stephanie menjadi wanita pertama dari daerah tersebut yang menaklukkan kompetisi memasak bergengsi itu.

Profil singkat dan latar belakang

Stephanie lahir dan besar di Pontianak. Ia menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Santu Petrus sebelum memutuskan menjadi ibu rumah tangga. Di luar peran keluarga, Stephanie memiliki karier sebagai Make Up Artist (MUA) dan pendiri brand kecantikan Beauty Maison (beautymaison.id). Kegiatan di bidang tata rias sudah berjalan lama, sehingga ia menguasai teknik visual yang kemudian terbukti berguna dalam penyajian (plating) hidangan di MasterChef.

Kehidupan pribadi

Stephanie menikah dan dikaruniai seorang putri perempuan. Suami Stephanie hadir secara langsung di galeri pada malam final, memberikan dukungan moral yang dianggapnya krusial dalam menghadapi tekanan kompetisi. Ia menyebut keluarga sebagai “pilar utama” yang menstabilkan mentalnya selama proses tantangan yang intens.

Perjalanan di MasterChef Indonesia 13

Di tahap awal kompetisi, Stephanie menonjolkan konsistensi rasa dan teknik plating yang memukau juri. Pada babak semifinal, ia mencetak 2.400 poin, menempatkan dirinya di antara tiga finalis. Pada final, ia berhasil meningkatkan total poin menjadi 2.518, mengalahkan Bunga yang meraih 2.416 poin. Keunggulan Stephanie terletak pada kemampuan menggabungkan cita rasa tradisional Kalimantan Barat dengan sentuhan modern, serta presentasi yang rapi dan estetis.

Dampak kemenangan bagi keluarga dan komunitas

Kemenangan Stephanie tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga memberikan kebanggaan bagi keluarga, komunitas Tionghoa-Indonesia, serta seluruh warga Pontianak. Ia sering dipanggil “Cece Pontianak” oleh para penggemar. Keberhasilan tersebut menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda di daerah, menunjukkan bahwa latar belakang sebagai ibu rumah tangga tidak menghalangi pencapaian di arena nasional.

Setelah acara selesai, Stephanie berencana melanjutkan usaha kecantikan sambil mengembangkan resep-resep yang diujicobakan di dapurnya. Ia juga berkeinginan mengadakan workshop memasak untuk ibu-ibu di Kalimantan Barat, dengan harapan dapat menularkan pengetahuan kuliner sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Keberhasilan Stephanie Meyerson menegaskan bahwa kombinasi dukungan keluarga, keahlian profesional di bidang lain, dan tekad kuat dapat menghasilkan prestasi luar biasa di panggung nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.