Media Kampung – 05 April 2026 | Seorang pria yang menyelenggarakan hajatan pernikahan di Purwakarta tewas setelah dikeroyok sekelompok preman karena menolak memberikan uang tebusan sebesar lima ratus ribu rupiah.

Insiden terjadi pada malam hari di sebuah rumah warga di wilayah Cibungur, di mana korban sedang menyiapkan perlengkapan acara ketika tiga orang pria bersenjata tajam mendekat dan menuntut uang.

Korban, yang dikenal sebagai pemilik warung katering lokal, memiliki reputasi baik di kalangan warga dan sering menyediakan konsumsi untuk acara keagamaan serta pernikahan.

Setelah penolakan, para pelaku langsung menyerang korban dengan memukul dan menebas menggunakan golok, sementara saksi lainnya melarikan diri ke arah jalan utama untuk mencari bantuan.

Adik korban yang berada di dekat lokasi menyaksikan serangan tersebut, ia melaporkan bahwa preman tampak marah, mengeluarkan kata-kata ancaman, dan melancarkan serangan berulang kali meski korban sudah terjatuh.

Polisi setempat tiba di tempat kejadian dalam waktu kurang dari satu jam, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan mengidentifikasi tiga tersangka yang melarikan diri ke daerah sekitarnya.

Tim penyidik mengumpulkan rekaman CCTV dari rumah tetangga, serta keterangan saksi lain yang menegaskan bahwa pelaku berpenampilan seragam hitam dan menggunakan motor dengan plat nomor yang belum teridentifikasi.

Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak menuruti permintaan pemerasan dan melaporkan segera jika mengalami ancaman serupa, mengutip peningkatan kasus kekerasan terkait uang tebusan di wilayah Purwakarta dalam beberapa bulan terakhir.

Kasus ini menambah daftar kejahatan kekerasan yang menimpa pelaku usaha kecil, menyoroti pentingnya peningkatan keamanan lingkungan dan penegakan hukum yang tegas terhadap jaringan preman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.