Media Kampung – 03 April 2026 | Panitia penyelenggara Gebyar Pesona Pantai Boom memberikan bantuan sembako kepada seorang korban dugaan kekerasan yang melibatkan WNA di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, pada Kamis 2 April 2026.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Surohadinoto, pria berusia 56 tahun, warga Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi fisik dan psikologisnya.
Penyerahan bantuan dilakukan bersama unsur kelurahan dan kecamatan, menandai langkah konkret setelah laporan insiden tersebut diterima oleh pihak berwenang.
Camat Kota Banyuwangi, Andik Basuki, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud empati serta dukungan moral agar korban dapat pulih dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
“Kami berharap yang bersangkutan segera sehat dan kuat kembali agar bisa menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Andik dalam keterangan resmi.
Andik juga menambahkan bahwa kasus dugaan kekerasan telah dilaporkan ke Polresta Banyuwangi dan meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan polisi.
“Kami berharap situasi tetap kondusif. Kami juga mengajak tokoh masyarakat dan rekan-rekan media untuk menjaga Banyuwangi tetap aman dan nyaman,” katanya.
Ketua Panitia Gebyar Pesona Pantai Boom, Subagiyo, menegaskan bahwa panitia menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada otoritas.
“Karena sudah dilaporkan, kita tunggu saja prosesnya. Kalau tidak puas, tentu akan kami tindak lanjuti melalui jalur hukum,” tegas Subagiyo.
Subagiyo menambahkan bahwa kegiatan Gebyar Pesona Pantai Boom telah berlangsung sejak awal 2000-an dengan catatan keamanan dan ketertiban yang baik.
Ia berharap insiden ini tidak mengganggu kelancaran program wisata dan sosial yang menjadi andalan daerah pesisir banyuwangi.
Surohadinoto mengaku masih merasakan nyeri pada kaki dan belum dapat bekerja secara normal sejak insiden yang terjadi beberapa minggu lalu.
Korban menyatakan akan tetap menempuh jalur hukum melalui kuasa hukumnya untuk menuntut keadilan atas peristiwa tersebut.
“Sekarang saya masih merasakan nyeri pada kaki. Untuk persoalan ini tetap saya lanjutkan lewat jalur hukum melalui pengacara saya,” ujarnya.
Pihak kepolisian belum mengungkapkan identitas pelaku atau detail kronologis kejadian, namun menegaskan bahwa penyelidikan sedang berjalan intensif.
Masyarakat sekitar Pantai Marina Boom menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut, sekaligus mengapresiasi upaya panitia dan pemerintah daerah dalam memberikan bantuan cepat.
Selain bantuan sembako, pihak berwenang juga menyiapkan layanan konseling bagi korban untuk mengatasi trauma pasca‑kejadian.
Kejadian ini menambah catatan penting bagi otoritas daerah dalam meninjau kembali prosedur keamanan selama acara wisata massal di wilayah pesisir.
Seluruh pihak mengimbau agar proses hukum berjalan transparan dan akuntabel, sehingga kepercayaan publik terhadap program wisata tetap terjaga.
Hingga saat ini, Pantai Boom tetap terbuka untuk pengunjung, dengan peningkatan patroli keamanan dan koordinasi antar lembaga.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen melanjutkan program Gebyar Pesona Pantai Boom sebagai upaya meningkatkan ekonomi lokal melalui pariwisata berkelanjutan.
Bantuan sosial, dukungan moral, dan penegakan hukum menjadi tiga pilar utama dalam menanggapi insiden, diharapkan korban pulih dan kegiatan wisata kembali berjalan normal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan