Media Kampung – 01 April 2026 | Seorang pria berusia 31 tahun yang dikenal dengan inisial AS diduga menyerang dan membunuh ibunya sendiri pada dini hari Selasa 31 Maret 2026 di Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Kapten Polsek Pesanggaran, Kompol Maskur, mengonfirmasi bahwa korban bernama Suratun, berusia 65 tahun, ditemukan dengan luka robek pada kepala dan dinyatakan meninggal di lokasi.

Kasus tersebut juga melibatkan seorang laki‑laki berusia 45 tahun, Dedi, yang merupakan rekan kerja pelaku; ia mengalami luka berat pada tangan hingga jari‑jari terputus dan saat ini dirawat di RS Al Huda Genteng.

Warga sekitar, seorang tetangga bernama Dalim, pertama kali mendengar suara teriakan minta tolong dan keributan dari dalam rumah, lalu melaporkan kejadian kepada petugas keamanan setempat.

Saat tim polisi tiba, mereka menemukan dua tubuh berlumuran darah di dalam rumah sementara pelaku masih berada di dalam dengan membawa senjata tajam berupa parang dan pisau.

Saksi berhasil melarikan diri dan menghubungi warga lain serta aparat keamanan untuk menahan pelaku, yang kemudian berhasil diamankan oleh tim Polsek Pesanggaran setelah upaya penangkapan yang berlangsung singkat.

Di tempat kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa parang, pisau, serta sebatang kayu yang diduga dipakai dalam serangan, kemudian melakukan olah TKP secara menyeluruh untuk mengumpulkan jejak.

Kapolsek menjelaskan bahwa pelaku diketahui menunjukkan gejala depresi yang semakin parah sejak berpisah dengan istri beberapa tahun lalu, serta sering mengalami perubahan perilaku emosional akhir‑akhir ini.

Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian sedang berkoordinasi dengan lembaga kesehatan mental untuk menilai kondisi psikologis pelaku secara mendalam sebelum proses hukum dilanjutkan.

Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif pasti di balik aksi brutal ini, serta memastikan tidak ada unsur lain yang mempengaruhi perilaku pelaku.

Kasus ini menambah kekhawatiran atas angka kekerasan dalam rumah tangga di wilayah Banyuwangi, yang sebelumnya telah mencatat beberapa insiden serupa dalam beberapa bulan terakhir.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan tanda‑tanda gangguan mental dan melaporkan potensi bahaya kepada layanan kesehatan atau polisi guna mencegah tragedi serupa di masa depan.

Sampai saat ini, pelaku tetap berada dalam tahanan polisi sementara proses hukum dan pemeriksaan kesehatan mental akan dilanjutkan sesuai prosedur yang berlaku.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.