MediaKampung.com, Banyuwangi – Seorang pengacara, Nurul Safi’i, menjadi korban penganiayaan di depan kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Jumat (20/2/2026) siang.

Korban mengalami luka di bagian kepala dan sempat tidak sadarkan diri di lokasi. Ia kemudian dibawa ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan perawatan medis.

Insiden bermula saat Safi’i menerima telepon dari klien yang didatangi sejumlah penagih utang terkait tunggakan kendaraan bermotor. Dalam percakapan itu, ia mengingatkan agar proses penagihan dilakukan sesuai ketentuan hukum.

“Saya hanya mengingatkan agar penagihan dilakukan sesuai aturan,” ujarnya kepada keluarga dan rekannya.

Pihak penagih utang meminta pertemuan langsung. Safi’i menyampaikan dirinya berada di sekitar kantor kejaksaan dan hendak menuju Polresta Banyuwangi.

Tak lama kemudian, empat orang mendatangi lokasi. Adu mulut terjadi dan situasi memanas.

Menurut saksi, salah satu terduga pelaku membenturkan kepala ke pelipis kiri korban. Safi’i terjatuh ke belakang dan kepalanya membentur permukaan jalan hingga pingsan.

Korban mengaku mengenali dua orang di antaranya berinisial GD dan HR. Kasus ini diduga melibatkan oknum debt collector.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan seorang anggota kepolisian sempat melintas di lokasi. Pihak keluarga menyatakan akan melaporkan kasus tersebut secara resmi ke Polresta Banyuwangi dan Kejaksaan Negeri Banyuwangi.

“Kami meminta agar pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar salah satu keluarga korban.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi di ruang publik dan melibatkan dugaan kekerasan terhadap profesi advokat. mediakampung.com akan terus mengikuti perkembangan penanganan kasus ini.