Media Kampung – Toilet training adalah proses penting bagi anak untuk belajar buang air di toilet. Namun, banyak anak yang mengalami ketakutan saat harus ke toilet, yang bisa membuat mereka menahan pipis atau merasa cemas. Menurut psikolog klinis anak dan remaja, Margareta Triastuti, M.Psi, ada beberapa faktor yang bisa memicu ketakutan ini.
Penyebab Ketakutan Anak saat Toilet Training
Ketakutan anak untuk buang air kecil bisa dipengaruhi oleh pengalaman tidak menyenangkan sebelumnya, serta respon orang tua saat anak ingin pipis atau mengompol. Margareta memberikan contoh, seperti yang dialami oleh Gwen, anak dari Cresencia, yang merasa sangat cemas untuk pergi ke toilet setelah dibentak orang tua saat meminta pipis di tengah kemacetan.
Respons Orang Tua yang Mempengaruhi
Menurut Margareta, orang tua adalah sumber utama rasa aman bagi anak. Ketika anak ingin pipis atau mengalami kecelakaan, jika mereka mendapatkan respon berupa kemarahan, maka anak dapat mengasosiasikan buang air dengan hukuman. “Jika situasi ini terjadi berulang kali, anak akan belajar bahwa pipis sama dengan dimarahi,” jelasnya.
Tanda-tanda Anak Takut Pipis
- Menolak atau menangis saat diajak ke toilet.
- Menahan pipis hingga mengompol.
- Meminta untuk memakai popok kembali.
- Merasa tidak nyaman saat membahas toilet.
Cara Mengatasi Ketakutan
Untuk membantu anak merasa lebih aman, Margareta menyarankan beberapa langkah. Pertama, jika orang tua pernah membentak, penting untuk meminta maaf. Selain itu, orang tua harus tetap tenang jika anak mengalami kecelakaan.
Orang tua juga disarankan untuk membuat rutinitas ke toilet menjadi lebih menyenangkan. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan buku cerita, lagu, atau jadwal ke toilet tanpa adanya tekanan. Penting untuk menghindari ancaman dan hukuman agar anak tidak semakin takut.
Kapan Harus Menghubungi Dokter
Jika anak mengeluh sakit saat pipis, mengalami demam, atau urine berdarah, segeralah konsultasikan ke dokter. Jika ketakutan anak berlangsung lebih dari 3-4 minggu atau semakin intens, penting untuk berkonsultasi dengan profesional untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.













