Media Kampung – 09 April 2026 | RSUD Dolopo mengadakan Forum Konsultasi Publik pada 8 April 2026 untuk membahas harmonisasi layanan kesehatan di Kabupaten Madiun. Acara tersebut diharapkan menjadi wadah dialog antara penyedia layanan dan masyarakat.
Forum dihadiri oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, Kepala Dinas Kesehatan, serta perwakilan Forkopimcam, kepala puskesmas, dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya peningkatan layanan.
Acara ini dipandang sebagai langkah strategis dalam menyelaraskan standar pelayanan rumah sakit dengan ekspektasi warga. Penyelarasan tersebut dianggap penting agar layanan medis tidak hanya memenuhi prosedur, tetapi juga kebutuhan nyata pasien.
Direktur RSUD Dolopo, drg. Mulyadi, M.Kes., FISQua, menekankan pentingnya keselarasan antara prosedur medis dan kebutuhan pasien. Ia menyatakan bahwa forum ini dimaksudkan untuk menyamakan standar pelayanan rumah sakit dengan harapan masyarakat.
“Kami menyelenggarakan forum ini untuk menyelaraskan standar pelayanan rumah sakit dengan harapan masyarakat,” ujar Mulyadi. Ia menambahkan bahwa forum bertujuan mengumpulkan masukan langsung dari pengguna layanan demi perbaikan prosedur dan kualitas medis.
Mulyadi juga menyoroti perlunya sinergi antara puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan rumah sakit agar tidak ada hambatan dalam layanan. “Penguatan rujukan antara puskesmas dan RSUD sangat penting untuk kelancaran layanan kepada warga,” tegasnya.
Bupati Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi kepada RSUD Dolopo atas inisiatif dialog antara penyedia layanan dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa forum penting untuk memastikan layanan kesehatan menjawab kebutuhan nyata pasien, bukan sekadar standar administratif.
Wuryanto menegaskan bahwa kualitas layanan harus terus ditingkatkan, dengan penekanan pada kecepatan, ketepatan, dan pendekatan humanis. “Kualitas pelayanan harus selalu ditingkatkan, memberikan layanan yang cepat, tepat, dan humanis,” katanya.
Bupati juga menyoroti bahwa harmonisasi antar elemen—pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat—merupakan kunci utama peningkatan layanan. “Semua pihak harus berjalan seiring, saling mendukung, dan berkolaborasi,” ujarnya.
Visi Kabupaten Madiun yang bersih, sehat, dan sejahtera menempatkan sektor kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Dalam konteks tersebut, forum menekankan pentingnya memperkuat layanan kesehatan primer serta meningkatkan akses dan mutu layanan di seluruh wilayah.
Program prioritas seperti pemeriksaan kesehatan gratis dipercepat untuk deteksi dini, terutama penyakit tuberkulosis yang ditargetkan nol kasus pada 2028. Upaya penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, serta digitalisasi sistem layanan menjadi agenda utama pemerintah daerah.
Forum juga membahas kebutuhan peningkatan infrastruktur digital untuk mempermudah pendaftaran, rekam medis, dan koordinasi rujukan. Semua pihak sepakat bahwa teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi serta kenyamanan pasien.
Diskusi menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dinas sosial, pendidikan, dan pertanian, guna menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan masyarakat. Bupati menegaskan bahwa sinergi antar sektor akan mempercepat pencapaian target kesehatan daerah.
Direktur RSUD Dolopo menutup forum dengan harapan bahwa masukan yang diperoleh akan diterjemahkan menjadi kebijakan operasional yang konkret. Ia mengajak seluruh elemen terkait untuk terus berkomitmen dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap rumah sakit.
Forum Konsultasi Publik ini diharapkan menjadi agenda rutin, memperkuat dialog berkelanjutan antara penyedia layanan dan warga. Dengan mekanisme partisipatif, RSUD Dolopo berupaya menjadikan layanan medis lebih responsif dan berorientasi pada kepuasan pasien.
Penyelenggaraan forum ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam layanan kesehatan. Keberhasilan forum akan diukur melalui peningkatan kepuasan pengguna layanan dan penurunan waktu tunggu rujukan.
Pihak rumah sakit berjanji akan melakukan evaluasi berkala serta melaporkan hasilnya kepada publik. Sebagai penutup, semua pihak menegaskan kembali komitmen untuk mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Madiun.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan