Media Kampung – 07 April 2026 | Video yang beredar luas menampilkan tumpukan sampah di depan gerbang SDN 1 Leuwiliang, Bogor, menimbulkan keprihatinan warga dan orang tua murid.

Jenis sampah yang menumpuk mayoritas merupakan limbah rumah tangga yang belum terkelola secara rutin.

Akibat penumpukan tersebut, pihak sekolah mengkhawatirkan potensi gangguan kesehatan bagi siswa, terutama risiko infeksi saluran pernapasan.

Kepala SDN 1 Leuwiliang, Bapak Ahmad Ridwan, menyatakan, “Kami khawatir kebersihan dapat memengaruhi kesehatan anak dan proses belajar mengajar menjadi terganggu.”

Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor segera menanggapi laporan tersebut dan mengirim tim pembersih pada hari berikutnya.

Tim tersebut memulai proses pengangkutan sampah dengan truk pengangkut resmi, sekaligus membersihkan area sekitar sekolah secara menyeluruh.

Selama proses, petugas memastikan tidak ada benda tajam atau berbahaya yang tersisa, demi keamanan siswa yang kembali beraktivitas.

Setelah pembersihan, sekolah melakukan inspeksi bersama komite sekolah untuk memastikan kondisi lingkungan telah aman.

Komite sekolah menekankan pentingnya peran serta warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar fasilitas pendidikan.

Warga sekitar, yang sebelumnya melaporkan penumpukan sampah melalui media sosial, berjanji akan lebih memperhatikan pengelolaan limbah rumah tangga.

Masalah serupa telah terjadi di beberapa wilayah Bogor, menandakan tantangan sistem pengelolaan sampah yang belum optimal.

Pemerintah Kabupaten Bogor telah merencanakan peningkatan fasilitas tempat pembuangan akhir (TPA) dan penambahan jadwal pengangkutan sampah di area padat penduduk.

Selain itu, Dinas Pendidikan menyiapkan sosialisasi kebersihan kepada sekolah-sekolah untuk mengurangi risiko terjadinya kembali insiden serupa.

Upaya kolaboratif antara pihak sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih dan sehat.

Dengan penanganan cepat dan langkah preventif ke depan, kondisi SDN 1 Leuwiliang kini kembali kondusif untuk proses pendidikan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.