Media Kampung – 05 April 2026 | Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kedatangan Duta Besar Uruguay untuk Indonesia, Cristina Gonzales, di Kantor Pusat Muhammadiyah Yogyakarta sebagai langkah strategis memperkuat program gizi melalui pasokan susu berkualitas. Pertemuan tersebut menandai komitmen kedua pihak untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan keahlian Uruguay dalam produksi susu.
Dalam rapat, Hilman Latief selaku Bendahara Umum PP Muhammadiyah didampingi Ketua Koordinator Nasional Makan Bergizi menyoroti urgensi penyediaan protein hewani bagi anak-anak dan keluarga berpenghasilan rendah. Mereka membahas skema kerja sama bilateral yang meliputi penyediaan susu segar, susu pasteurisasi, serta dukungan logistik dan distribusi.
Program Makan Bergizi Muhammadiyah menargetkan penurunan angka stunting dan anemia dengan menyediakan setidaknya satu porsi susu per hari bagi anak usia dini di sekolah dasar dan posyandu. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa defisiensi kalsium dan vitamin D masih tinggi di banyak daerah, sehingga intervensi susu dianggap krusial.
Uruguay dikenal sebagai produsen susu kelas dunia, menguasai teknologi pemrosesan modern, kontrol mutu ketat, serta standar keamanan pangan yang diakui oleh FAO. Keunggulan tersebut dipandang sebagai aset penting untuk menjamin mutu susu yang akan masuk ke program gizi Indonesia.
Kesepakatan mencakup impor susu segar dan olahan selama tiga tahun pertama, sekaligus transfer teknologi peternakan melalui pelatihan bagi peternak lokal di Indonesia. Pihak Uruguay juga akan menyediakan tim ahli untuk membantu sertifikasi produksi susu sesuai standar internasional.
Muhammadiyah berencana menyalurkan susu melalui jaringan sekolah, panti asuhan, serta posyandu di seluruh provinsi, dengan prioritas wilayah dengan tingkat gizi buruk tertinggi. Distribusi akan dikelola oleh unit kerja Makan Bergizi yang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan daerah untuk memastikan ketepatan sasaran.
Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan menyambut baik kerjasama ini, menilai dapat mempercepat pencapaian target ketahanan pangan 2025. Mereka menekankan bahwa pasokan susu berkualitas dapat menurunkan beban biaya kesehatan jangka panjang terkait penyakit yang dipicu kekurangan gizi.
Duta Uruguay, Cristina Gonzales, menyatakan komitmen negaranya untuk mendukung program sosial Indonesia, mengingat hubungan historis yang kuat antara kedua negara dalam bidang pertanian. Ia menambahkan bahwa Uruguay siap menyediakan bantuan teknis dan investasi jangka panjang untuk memperkuat rantai pasok susu di Indonesia.
Hilman Latief menegaskan bahwa pasokan susu berkualitas akan menjadi faktor penurunan signifikan angka stunting dan anemia, terutama di daerah pedesaan. Ia menambahkan bahwa program ini akan dimonitor secara berkala melalui indikator gizi yang telah disepakati bersama.
Ketua Koordinator Nasional Makan Bergizi, menyatakan bahwa inisiatif ini selaras dengan kebijakan Nasional Gizi Seimbang 2025 yang menekankan diversifikasi sumber protein. Ia berharap kerja sama dengan Uruguay dapat menjadi contoh praktik terbaik bagi organisasi lain dalam mengatasi defisiensi gizi.
Implementasi pilot project dijadwalkan dimulai pada kuartal berikutnya di Yogyakarta dan Jawa Tengah, dengan target mencakup 200 ribu anak dalam fase pertama. Evaluasi hasil akan menentukan skala ekspansi ke provinsi lain serta penyesuaian mekanisme distribusi.
Kerjasama ini diharapkan menjadi model kemitraan internasional yang dapat direplikasi oleh negara lain dalam mengatasi tantangan gizi melalui sumber daya pertanian global. Keberhasilan program akan memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai agen perubahan sosial di bidang kesehatan dan ketahanan pangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan