Media Kampung – 02 April 2026 | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, menegaskan bahwa mempercepat alur layanan menjadi prioritas utama menjelang program Sambang Puskesmas yang akan dilaksanakan oleh Bupati HM Sanusi di 33 kecamatan.
Program tersebut dirancang untuk meninjau langsung kondisi pelayanan kesehatan dasar dan memberikan motivasi kepada tenaga medis di lapangan.
Ia menambahkan bahwa penambahan meja skrining menjadi langkah pertama untuk mengurangi penumpukan pasien pada awal tahun.
“Setiap pasien yang datang pertama kali di awal tahun harus melalui skrining awal tanpa terkecuali,” ujar drg. Wiyanto dalam wawancara di kantornya pada Rabu 1 April 2026.
Dia menekankan bahwa proses skrining memerlukan waktu sekitar lima belas menit per pasien, sehingga satu meja tidak cukup bila kunjungan harian mencapai dua ratus orang.
Untuk mengatasi hal ini, Dinas Kesehatan berencana menambah jumlah meja skrining menjadi empat atau lima, menyesuaikan dengan volume kunjungan.
Penambahan meja pemeriksaan juga dianggap penting karena banyak puskesmas masih mengoperasikan hanya dua meja, yang menyebabkan layanan menjadi lambat.
Wiyanto menyarankan agar minimal empat hingga lima meja pemeriksaan tersedia, sehingga tenaga medis dapat melayani lebih banyak pasien secara simultan.
Di bagian farmasi, satu apoteker dengan satu atau dua asisten biasanya menangani seluruh permintaan obat, sehingga pasien harus menunggu lagi setelah pemeriksaan selesai.
Ia mengusulkan penambahan petugas pendukung di apotek untuk mempercepat proses penyiapan dan pembungkusan obat.
“Pasien setelah diperiksa masih harus antre obat. Karena itu, perlu petugas tambahan yang membantu menyiapkan dan membungkus obat supaya antrean lebih lancar,” jelasnya.
Dinas Kesehatan mengidentifikasi empat titik rawan antrean utama: skrining, ruang tunggu menuju pemeriksaan, meja pemeriksaan, dan layanan farmasi.
Jika jumlah pasien mencapai dua ratus per hari, penambahan meja pelayanan menjadi solusi konkret untuk memperpendek waktu tunggu.
Dari segi sumber daya manusia, Wiyanto menegaskan bahwa pemeriksaan awal tidak harus selalu dilakukan dokter, melainkan dapat diemban oleh perawat, bidan, atau tenaga kesehatan lainnya.
Dokter tetap berada pada posisi siaga untuk memberikan konsultasi bila diperlukan, sehingga beban kerja terdistribusi secara lebih merata.
Kabupaten Malang memiliki tiga puluh sembilan puskesmas dengan variasi jumlah dokter yang disesuaikan dengan kepadatan penduduk masing-masing kecamatan.
Wilayah dengan populasi tinggi, seperti Pakis, memerlukan lebih banyak dokter dibandingkan daerah dengan penduduk lebih sedikit seperti Ngantang.
Selain peningkatan fasilitas, Wiyanto menekankan pentingnya sikap profesional dan kesabaran tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.
“Petugas harus sabar dan tidak mudah terpancing emosi. Pasien itu sebenarnya adalah raja yang harus dilayani dengan baik,” katanya.
Program Sambang Puskesmas dijadwalkan berlangsung setiap Selasa dan Kamis, dengan kunjungan pertama pada Kamis 2 April ke Puskesmas Kalipare dan Sumberpucung.
Jadwal tersebut dapat berubah sesuai dengan agenda Bupati Malang, namun tujuan tetap sama: menilai secara langsung kualitas layanan di lapangan.
Melalui kunjungan ini, diharapkan Bupati dapat melihat kondisi riil puskesmas, sehingga motivasi tenaga medis meningkat dan pelayanan menjadi lebih optimal.
Wiyanto menutup dengan harapan bahwa program ini akan menghasilkan pelayanan kesehatan yang cepat, responsif, dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Malang.
Dengan penambahan meja skrining, pemeriksaan, dan tenaga farmasi, diharapkan antrean panjang dapat berkurang signifikan dalam beberapa bulan ke depan.
Langkah-langkah perbaikan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang bergantung pada layanan puskesmas sebagai garda terdepan kesehatan.
Upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan dasar dan meningkatkan kepuasan pengguna layanan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan