Media Kampung – 02 April 2026 | Bupati Jember, Gus Fawait, mengumumkan pelaksanaan layanan ultrasonografi (USG) gratis bagi seluruh ibu hamil di wilayah kabupaten sebagai langkah konkret menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Inisiatif ini dimasukkan ke dalam program Universal Health Coverage (UHC) yang tengah diperkuat untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi lapisan masyarakat yang kurang mampu.

Gus Fawait menegaskan bahwa penurunan AKI dan AKB memerlukan intervensi yang terukur, bukan sekadar perbandingan data tiga bulan dengan satu tahun penuh.

Pemerintah kabupaten menargetkan semua ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan USG mulai akhir April 2026, tanpa dikenakan biaya.

Pelaksanaan layanan tersebut akan berkoordinasi dengan puskesmas, rumah sakit daerah, dan tenaga kesehatan kompeten yang telah terlatih.

Selain USG, program ini mencakup pemeriksaan kesehatan intensif, termasuk skrining anemia, tekanan darah, dan status gizi ibu.

Data kesehatan pada awal tahun menunjukkan fluktuasi angka kematian yang masih di atas target nasional, memicu penyesuaian strategi.

Gus Fawait mengingatkan bahwa penurunan angka kesehatan harus dilihat secara komprehensif, melibatkan faktor sosial‑ekonomi serta layanan kesehatan yang merata.

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan wujud nyata kehadiran negara bagi warga prasejahtera.

UHC di Jember diharapkan menjadi jembatan untuk meminimalkan hambatan finansial dan geografis dalam memperoleh layanan medis berkualitas.

Pemerintah daerah juga memperkuat jaringan transportasi medis untuk memastikan ibu hamil di daerah terpencil dapat mengakses USG tepat waktu.

Peningkatan infrastruktur kesehatan disertai pelatihan tambahan bagi dokter spesialis kebidanan dan perawat yang akan melakukan pemeriksaan USG.

Program ini didukung oleh alokasi anggaran khusus yang dialokasikan pada tahun anggaran 2026, menandai prioritas kesehatan publik.

Gus Fawait menekankan bahwa pembangunan infrastruktur seperti jalan dan irigasi tetap penting, namun layanan kesehatan harus dirasakan langsung oleh masyarakat saat ini.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak.

Dengan layanan USG gratis, diharapkan deteksi dini kelainan janin dapat meningkat, mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Jawa Timur masih tinggi, sehingga intervensi prenatal menjadi krusial.

Pemerintah Jember berkomitmen mengintegrasikan program gizi tambahan bagi ibu hamil bersamaan dengan layanan USG.

Setiap puskesmas akan melaporkan jumlah ibu hamil yang telah menerima USG secara bulanan untuk memantau capaian target.

Monitoring ini akan dipadukan dengan evaluasi kualitas layanan, termasuk kepuasan pasien dan akurasi hasil diagnostik.

Gus Fawait menambahkan bahwa data akan dianalisis secara objektif menjelang akhir tahun anggaran untuk menilai efektivitas program.

Jika tercapai, model layanan gratis ini berpotensi direplikasi di kabupaten lain yang menghadapi tantangan serupa dalam menurunkan AKI dan AKB.

Pelaksanaan program juga melibatkan kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat yang menyediakan edukasi kesehatan kepada ibu hamil.

Edukasinya meliputi pentingnya pemeriksaan rutin, pola makan seimbang, serta tanda bahaya kehamilan yang harus diwaspadai.

Program ini selaras dengan kebijakan nasional Kementerian Kesehatan yang menargetkan penurunan AKI menjadi 50 per 100.000 kelahiran pada 2026.

Jember bertekad menjadi contoh daerah yang berhasil menurunkan angka kematian dengan pendekatan berbasis layanan gratis dan terintegrasi.

Penguatan tenaga kesehatan lokal menjadi prioritas, dengan program beasiswa bagi mahasiswa kedokteran yang berkomitmen kembali ke daerah setelah lulus.

Langkah ini diharapkan mengurangi kekurangan tenaga medis yang selama ini menjadi kendala dalam penyediaan layanan kesehatan berkualitas.

Pemerintah kabupaten juga menyiapkan pusat rujukan khusus kebidanan untuk kasus-kasus komplikasi yang memerlukan penanganan lanjutan.

Fasilitas tersebut dilengkapi dengan peralatan USG beresolusi tinggi serta unit perawatan intensif neonatal.

Gus Fawait menutup pernyataannya dengan harapan bahwa kebijakan ini tidak hanya menurunkan angka statistik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarga di Jember.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program akan diukur dari penurunan nyata AKI, AKB, dan peningkatan kesehatan ibu serta bayi baru lahir.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.