Media Kampung – 01 April 2026 | BPJS Kesehatan menegaskan pentingnya peserta memastikan keaktifan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara rutin untuk menghindari masalah administratif saat mengakses layanan kesehatan.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pasuruan, Kemas R Kurniawansyah, menjelaskan bahwa saat ini terdapat beberapa kanal non‑tatap muka yang dapat dipakai untuk memeriksa status keanggotaan.

Peserta dapat menggunakan Aplikasi Mobile JKN, menghubungi Care Center 165 yang beroperasi 24 jam, atau mengirimkan pesan WhatsApp ke nomor PANDAWA 08118165165.

Melalui PANDAWA, pengguna cukup mengikuti panduan, memilih menu “informasi” dan “cek status” kemudian memasukkan NIK atau nomor kartu JKN serta tanggal lahir untuk memperoleh hasil secara instan.

Aplikasi Mobile JKN memudahkan proses dengan menampilkan status keaktifan langsung pada halaman utama setelah login menggunakan NIK atau nomor kartu JKN.

Setelah berhasil masuk, aplikasi juga menampilkan data anggota keluarga yang terdaftar, sehingga peserta dapat memantau seluruh kepesertaan dalam satu platform.

Kemas menambahkan bahwa layanan telepon 165 tetap tersedia untuk memberikan informasi cepat kepada peserta yang tidak memiliki akses internet.

Meskipun layanan digital terus berkembang, bpjs kesehatan tetap menyediakan layanan tatap muka di kantor cabang dan Mal Pelayanan Publik sesuai jam operasional.

Selain itu, program BPJS Keliling menjangkau berbagai titik di wilayah Pasuruan dengan jadwal yang dapat dilihat melalui akun Instagram resmi @bpjskesehatan.pasuruan.

Sumartini, warga Kecamatan Panggungrejo, mengaku aplikasi Mobile JKN sangat membantu dalam memantau status kepesertaan diri dan keluarga.

Ia menuturkan bahwa aplikasi tersebut mudah dipahami, memungkinkan warga memberi tahu tetangga dan kerabat untuk memeriksa status JKN secara mandiri.

BPJS Kesehatan mengimbau seluruh peserta JKN untuk tidak menunda pengecekan status, karena keaktifan yang terjamin mempermudah akses layanan kesehatan tanpa hambatan.

Dengan berbagai pilihan kanal, baik digital maupun konvensional, diharapkan peserta dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi masing‑masing.

Upaya ini sejalan dengan strategi BPJS Kesehatan memperluas jangkauan layanan, meningkatkan efisiensi administrasi, dan memperkuat perlindungan kesehatan nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.