Media Kampung – 01 April 2026 | Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo atas koordinasi yang efektif dengan pemangku kepentingan di wilayah tersebut. Ia menilai kolaborasi ini penting untuk kelangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kunjungan Arzeti ke acara sosialisasi JKN di Sidoarjo memperlihatkan kepuasan atas respons cepat BPJS dan pemerintah daerah dalam menangani isu kesehatan. Menurutnya, komunikasi dengan fasilitas kesehatan mitra berjalan lancar dan harus dipertahankan.
Arzeti mengingat pengalaman pribadi ketika saudara dekatnya menerima perawatan di rumah sakit Sidoarjo dan memperoleh layanan yang memuaskan. Ia menegaskan bahwa fasilitas kesehatan daerah tidak membedakan pasien, sehingga rasa bangga menjadi peserta JKN semakin kuat.
Dalam sambutannya, Arzeti menekankan pentingnya pola hidup sehat agar masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang. Ia menambahkan bahwa menjadi peserta JKN yang patuh, termasuk membayar iuran rutin, merupakan langkah utama menjamin kesehatan bersama.
Arzeti juga mengingatkan bahwa aturan layanan kesehatan sudah ditetapkan, sehingga pemahaman masyarakat terhadap prosedur di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Rujukan sangat diperlukan. Dengan pengetahuan tersebut, proses mendapatkan layanan menjadi lebih mudah dan terjamin.
Ia menyoroti manfaat JKN dalam menutupi biaya medis berat seperti cuci darah atau pemasangan pacu jantung, yang dulu mengharuskan warga menjual aset. Kini, BPJS Kesehatan menjamin beban finansial tidak menjadi penghalang perawatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam pencapaian Universal Health Coverage di daerah. Ia menegaskan pentingnya menjaga sinergi yang telah terjalin demi keberlanjutan program.
Munaqib mengingatkan peserta JKN agar tidak menunda pembayaran iuran bulanan, karena keaktifan keanggotaan bergantung pada ketepatan pembayaran. Ia menyarankan penggunaan autodebet melalui bank mitra untuk memudahkan proses.
Selain itu, Munaqib mengajak peserta memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN yang menyediakan fitur antrean digital. Penggunaan aplikasi tersebut dianggap mempercepat akses layanan dan mengurangi waktu tunggu di fasilitas kesehatan.
Para pejabat daerah juga menegaskan dukungan terhadap digitalisasi layanan kesehatan sebagai bagian dari upaya modernisasi sistem JKN. Mereka berharap teknologi dapat meningkatkan transparansi dan akurasi data peserta.
Secara keseluruhan, sinergi antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan di Sidoarjo dinilai berhasil menurunkan kesenjangan akses layanan. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk memperluas jangkauan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga.
Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa kepuasan peserta JKN di Sidoarjo meningkat sejak implementasi koordinasi lintas sektor. Data awal mencatat penurunan keluhan terkait proses klaim dan peningkatan kepatuhan membayar iuran.
Ke depan, pihak BPJS berencana memperkuat kerjasama dengan lebih banyak mitra lokal, termasuk puskesmas dan klinik swasta, guna memperluas jaringan layanan. Fokus utama tetap pada kualitas pelayanan dan keberlanjutan pembiayaan.
Dengan komitmen bersama, diharapkan program JKN di Sidoarjo terus menjadi contoh keberhasilan sinergi kesehatan regional, memberikan perlindungan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan