Media Kampung – 28 Maret 2026 | Dinas Kesehatan Sidoarjo mengeluarkan imbauan penting menjelang arus balik Lebaran 2026, menekankan perlunya pencegahan penyakit menular bagi jutaan pemudik yang akan melakukan perjalanan lintas daerah.
Lonjakan mobilitas pada periode tersebut tidak hanya meningkatkan kepadatan transportasi, tetapi juga menciptakan kondisi yang memudahkan penyebaran infeksi pernapasan, demam berdarah, serta gangguan pencernaan.
Dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, menegaskan persiapan fisik menjadi langkah pertama, menyarankan siapa pun yang mengalami demam, batuk, atau gejala flu menunda perjalanan demi keselamatan bersama.
Ia menambahkan bahwa penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), influenza, DBD, diare, dan muntaber biasanya meningkat setelah Lebaran karena faktor kerumunan, perubahan cuaca, dan sanitasi yang kurang memadai di titik transit.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah menyiapkan fasilitas PHBS di terminal, stasiun, dan bandara, termasuk tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan pemeriksaan suhu tubuh untuk menurunkan risiko penularan.
Petugas kesehatan juga mengatur antrean secara terkontrol serta menyediakan posko medis di rest area utama, yang mampu melakukan pemeriksaan awal dan merujuk kasus serius ke fasilitas kesehatan terdekat.
Masyarakat diimbau memakai masker ketika berada di area padat, terutama masker dengan filtrasi tinggi seperti KN95 atau N95, serta menghindari menyentuh wajah sebelum mencuci atau menyeka tangan dengan bersih.
Kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan setelah menyentuh permukaan publik, serta penggunaan hand sanitizer bila tidak ada fasilitas cuci tangan, ditekankan sebagai bagian tak terpisahkan dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Untuk pemudik yang memiliki kondisi kesehatan kurang optimal, rekomendasi terbaik adalah menunda perjalanan; jika tetap harus bepergian, mereka disarankan membawa obat pribadi dan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.
Seluruh fasilitas layanan kesehatan, termasuk puskesmas, klinik, dan rumah sakit, dijaga agar tetap beroperasi 24 jam selama masa arus balik, memastikan akses cepat bagi mereka yang memerlukan penanganan medis.
Imbauan vaksinasi juga ditekankan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis, karena imunisasi dapat meningkatkan daya tahan tubuh selama perjalanan panjang.
Data historis menunjukkan lonjakan kasus ISPA dan DBD pada periode pasca Lebaran sebelumnya, sehingga Dinkes Sidoarjo memperkuat sistem pemantauan kasus secara berkala untuk mendeteksi peningkatan secara dini.
Tim epidemiologi melakukan surveilans di titik masuk utama dan mengumpulkan data real‑time, memungkinkan respons cepat bila terjadi penyebaran penyakit yang signifikan.
“Kesadaran individu adalah kunci utama dalam mencegah wabah,” kata Dr. Lakhsmie, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, petugas kesehatan, dan warga sangat penting untuk menjaga kesehatan kolektif.
Dengan langkah-langkah preventif yang terpadu, diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman tanpa menimbulkan peningkatan signifikan kasus penyakit menular, melindungi kesehatan masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan