Kasus kanker ginjal dunia diprediksi meningkat tajam dalam beberapa dekade mendatang. Peneliti memperkirakan jumlah kasus penyakit ini berpotensi melonjak hingga dua kali lipat dalam 25 tahun ke depan jika tren saat ini terus berlanjut.

Perkiraan tersebut disampaikan oleh tim peneliti internasional yang melibatkan ilmuwan dari Fox Chase Cancer Center. Mereka menilai kanker ginjal kini menjadi salah satu masalah kesehatan global yang terus menunjukkan peningkatan.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada 2022 tercatat hampir 435.000 kasus baru kanker ginjal di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 156.000 orang dilaporkan meninggal akibat penyakit ini.

Para peneliti memperkirakan angka tersebut dapat meningkat secara signifikan pada 2050 jika tidak ada upaya pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.

Ketua Departemen Urologi Fox Chase Cancer Center, Alexander Kutikov, menilai peningkatan kasus kanker ginjal menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan global. Ia menekankan pentingnya kesiapan tenaga medis dan pembuat kebijakan dalam menghadapi potensi lonjakan kasus di masa mendatang.

Penelitian berjudul Epidemiology of Renal Cancer: Incidence, Mortality, Survival, Genetic Predisposition, and Risk Factors juga mengungkapkan bahwa tingkat kelangsungan hidup pasien kanker ginjal selama lima tahun berada pada kisaran 40 hingga 75 persen. Angka tersebut sangat bergantung pada wilayah serta akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Wilayah dengan tingkat ekonomi lebih tinggi cenderung memiliki angka kelangsungan hidup yang lebih baik. Hal ini berkaitan dengan kemudahan akses terhadap deteksi dini melalui pemeriksaan pencitraan rutin serta tersedianya berbagai metode pengobatan seperti operasi, terapi sistemik, dan radioterapi.

Penelitian tersebut juga mengidentifikasi sejumlah faktor yang berperan dalam meningkatnya kasus kanker ginjal di dunia. Sekitar 5 hingga 8 persen kasus diketahui berkaitan dengan faktor genetik yang diturunkan dalam keluarga dan umumnya terkait dengan mutasi gen tertentu.

Karena itu, tes genetik disarankan bagi pasien yang didiagnosis kanker ginjal pada usia muda, penderita kanker pada kedua ginjal, atau mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.

Di luar faktor keturunan, lebih dari setengah kasus kanker ginjal sebenarnya berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dicegah. Beberapa di antaranya adalah obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit ginjal kronis, kebiasaan merokok, paparan lingkungan tertentu, serta kurangnya aktivitas fisik.

Peneliti menilai perubahan gaya hidup dapat menjadi langkah penting dalam menekan risiko penyakit tersebut. Pengendalian berat badan, pengelolaan tekanan darah dan kadar gula, serta menghentikan kebiasaan merokok dinilai mampu menurunkan kemungkinan terjadinya kanker ginjal secara signifikan.