Menentukan jam olahraga terbaik saat puasa Ramadhan menjadi hal penting agar tubuh tetap bugar tanpa mengalami kelelahan berlebihan. Perubahan pola makan dan waktu istirahat selama berpuasa kerap membuat energi lebih cepat menurun. Meski demikian, aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kesehatan.

Dokter spesialis penyakit dalam, Andi Khomeini Takdir Haruni, menjelaskan bahwa waktu olahraga saat puasa tidak bisa disamaratakan untuk semua orang. Menurut Ketua Junior Doctors Network (JDN) Indonesia itu, penentuan waktu sangat bergantung pada kebiasaan, pola tidur, jam kerja, serta jenis aktivitas masing-masing individu.

Ia mencontohkan, atlet profesional memiliki jadwal latihan yang sudah disesuaikan dengan kondisi tubuhnya. Karena itu, tidak ada satu aturan baku yang berlaku universal bagi semua orang yang berpuasa.

Meski begitu, secara umum ia menyarankan agar olahraga berat dihindari pada siang hari ketika tubuh sedang menahan lapar dan haus. Waktu yang relatif lebih aman adalah pagi hari saat energi masih cukup, atau sore hari menjelang berbuka puasa.

Namun, olahraga juga tidak dianjurkan dalam kondisi perut terlalu kenyang. Aktivitas fisik sebaiknya tidak dilakukan dalam satu hingga dua jam pertama setelah sahur maupun setelah berbuka. Saat makan dalam jumlah besar, sekitar 10–15 persen aliran darah akan terfokus ke saluran pencernaan sehingga suplai ke organ lain, termasuk otak, sedikit berkurang.

Bagi mereka yang sudah terbiasa berolahraga rutin, seperti bermain sepak bola atau berlatih di pusat kebugaran, waktu ideal adalah satu hingga dua jam setelah berbuka puasa atau setelah makan malam. Pola ini dinilai lebih aman karena tubuh telah mendapatkan asupan energi dan cairan yang cukup.

Ia juga menekankan pentingnya pola makan seimbang untuk menjaga kestabilan energi. Lonjakan gula darah yang terlalu tinggi akibat konsumsi makanan manis berlebihan dapat menyebabkan tubuh cepat lemas. Sebaliknya, jika makanan dikonsumsi dalam porsi moderat dan mengandung kombinasi karbohidrat, protein, serta lemak, energi akan lebih stabil.

Mengatur porsi makan dalam jumlah kecil tetapi lebih sering juga dapat membantu mengurangi fluktuasi energi. Dengan memahami waktu yang tepat dan pola asupan yang seimbang, olahraga saat puasa tetap dapat dilakukan secara aman tanpa mengganggu kondisi tubuh. (SY)