Media Kampung – 15 April 2026 | Kapal tanker milik China, Rich Starry, berhasil menembus blokade angkatan laut Amerika Serikat di Selat Hormuz pada Selasa, 14 April 2026, menimbulkan sorotan internasional atas dinamika geopolitik maritim di kawasan Teluk Persia.
Rich Starry, yang sebelumnya beroperasi dengan nama Full Star, berada di bawah sanksi AS sejak 2023 karena diduga membantu Iran menghindari pembatasan energi, dan berlayar dengan bendera palsu Malawi menurut data firma pelacak Kpler.
Blokade yang diprakarsai Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Senin malam merupakan respons langsung terhadap kegagalan negosiasi antara Washington dan Teheran serta serangan militer bersama AS‑Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari.
Menurut laporan satelit, kapal tersebut pertama kali mencoba melintasi selat pada saat blokade baru diberlakukan, namun terpaksa berbalik arah dan kembali ke perairan Uni Emirat Arab.
Beberapa jam kemudian, Rich Starry melakukan upaya kedua dan berhasil melewati titik paling sempit Selat Hormuz, melanjutkan perjalanan ke Teluk Oman tanpa intervensi langsung dari kapal perang AS.
Data pelacakan menunjukkan Rich Starry mengirimkan sinyal lokasi palsu saat berada di pelabuhan Iran, taktik yang umum dipakai armada bayangan untuk menyamarkan asal muatan minyak atau produk kimia.
“Rich Starry memiliki riwayat mengirimkan sinyal palsu saat bersandar di pelabuhan‑pelabuhan Iran untuk memuat produk minyak,” kata Samir Madani, salah satu pendiri TankerTrackers.com, menambahkan pola tersebut menambah kerumitan pengawasan maritim.
Centcom menegaskan bahwa blokade ditujukan untuk mencegah kapal masuk dan keluar dari pelabuhan Iran, bukan untuk menghentikan semua kapal yang sekadar melintasi Selat Hormuz.
Operasi tersebut melibatkan lebih dari 10.000 personel militer, kapal induk USS Abraham Lincoln, kapal serbu amfibi USS Tripoli, serta puluhan pesawat tempur dan kapal perusak berpeluru kendali.
Blokade mengganggu aliran minyak mentah dan gas cair, yang biasanya menempuh sekitar 20 persen produksi dunia lewat selat tersebut, memicu kekhawatiran pasar energi global.
Ketegangan regional semakin memuncak setelah serangan bersama AS‑Israel ke instalasi nuklir Iran pada 28 Februari, diikuti balasan Iran yang menargetkan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Sebelum insiden ini, Rich Starry pernah dikenai sanksi dengan nama sebelumnya, Chamtang, karena keterkaitannya dengan perdagangan minyak Iran yang melanggar regulasi internasional.
Kapal tanker lain, Elpis, yang juga berada di bawah sanksi AS, dilaporkan berusaha menembus selat pada waktu yang sama, namun belum ada konfirmasi apakah ia berhasil atau terpaksa berbalik arah.
Kementerian Transportasi China melalui juru bicara menyatakan bahwa kapal tersebut beroperasi sesuai dengan hukum maritim internasional dan menolak tuduhan bahwa China mendukung pelanggaran sanksi AS.
Para pakar hukum maritim menilai bahwa tindakan AS dapat dipertanyakan dalam kerangka Konvensi Hukum Laut (UNCLOS), mengingat blokade de‑facto tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB.
Jika Rich Starry tetap berada di jalur perdagangan, perusahaan pemilik kapal dapat menghadapi denda tambahan atau penahanan aset di pelabuhan-pelabuhan sekutu AS.
Pihak berwenang Iran menyambut baik keberhasilan kapal tersebut sebagai bukti ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan Barat.
Di sisi lain, negara‑negara produsen minyak lain, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, mengawasi situasi dengan cermat untuk menilai dampak potensial pada harga minyak dunia.
Per 18 April 2026, Rich Starry telah dilaporkan berlayar di perairan Teluk Oman, dengan posisi terakhir yang terdeteksi oleh satelit Kpler pada koordinat 22° N 59° E.
Analisis intelijen AS memperkirakan bahwa blokade akan tetap dipertahankan selama negosiasi diplomatik dengan Iran tidak menghasilkan kesepakatan permanen.
Dengan demikian, kapal‑kapal komersial lainnya diharapkan akan menyesuaikan rute mereka, sementara komunitas maritim internasional menunggu perkembangan kebijakan blokade yang lebih jelas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan