Media Kampung – 08 April 2026 | Kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dilangsungkan di kantor pusat Muhammadiyah, Jakarta, pada Selasa 7 April 2026. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta wakil kepengurusan dan perwakilan LHKI.

Dubes menekankan pentingnya menyoroti tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung, terutama di wilayah-wilayah konflik di Timur Tengah, sebagai bagian dari agenda perdamaian internasional. Ia menilai bahwa peran organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dapat menjadi jembatan dialog lintas budaya.

“Kami berharap dunia dapat mempercepat upaya bantuan kemanusiaan,” kata Boroujerdi, menambahkan bahwa Iran siap berkontribusi melalui lembaga-lembaga sosialnya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi bersama Haedar Nashir yang menanggapi dengan apresiasi atas kepedulian Iran.

Sejak awal tahun, konflik di Yaman dan Suriah telah menelan ribuan korban sipil serta memicu krisis pengungsi yang meluas. Data PBB mencatat lebih dari 20 juta orang membutuhkan bantuan makanan dan medis secara mendesak.

PP Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk menggalang solidaritas kemanusiaan tanpa memandang latar belakang politik. Organisasi tersebut telah menyalurkan bantuan ke daerah terdampak melalui jaringan Lembaga Dakwah dan Sosialnya.

Lembaga Hubungan Kerja Sama Internasional (LHKI) Muhammadiyah berperan sebagai fasilitator dalam menjalin kerja sama dengan kedutaan asing. Kerja sama tersebut diharapkan memperluas jaringan bantuan serta memperkuat pesan perdamaian.

Kunjungan ini juga mencerminkan upaya Iran memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. Kedua pihak menekankan pentingnya dialog multikultural dalam menyelesaikan konflik bersenjata.

“Muhammadiyah selalu membuka pintu bagi semua pihak yang ingin berkontribusi pada kemanusiaan,” ujar Haidar Nashir, menambahkan bahwa kerja sama lintas agama dapat mempercepat proses rekonsiliasi.

Sebagai tindak lanjut, Muhammadiyah berencana menyelenggarakan seminar internasional tentang bantuan kemanusiaan pada Agustus mendatang, melibatkan akademisi dan praktisi dari berbagai negara. Seminar tersebut diharapkan menjadi platform pertukaran pengalaman dan strategi penanggulangan krisis.

Iran telah mengirimkan paket bantuan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan medis ke sejumlah negara yang terdampak, termasuk Yaman dan Suriah. Paket tersebut disalurkan melalui organisasi kemanusiaan internasional yang berafiliasi dengan pemerintah Tehran.

Kementerian Luar Negeri RI menyambut baik inisiatif tersebut, menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung upaya perdamaian di kawasan konflik. Pernyataan tersebut sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang menekankan dialog dan mediasi.

Kunjungan Dubes Iran ke PP Muhammadiyah menegaskan sinergi antara diplomasi negara dan peran organisasi keagamaan dalam menanggapi tragedi kemanusiaan. Harapan bersama adalah terciptanya solusi damai yang dapat mengakhiri penderitaan jutaan korban konflik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.