Media Kampung – 07 April 2026 | Duta Besar Republik Afghanistan, H.E. Ahmad Shah Ahmadzai, tiba di kantor Pimpinan Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta pada Senin (5/4) untuk menyampaikan apresiasi terhadap peran PBNU dalam memediasi konflik di Timur Tengah.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Ketua Umum PBNU, KH. Gus Yahya, yang menegaskan pentingnya dukungan moral dari lembaga keagamaan dalam upaya menciptakan stabilitas regional.
Dalam sambutannya, Gus Yahya menyoroti nilai-nilai Islam yang menekankan perdamaian, keadilan, dan dialog antarkelompok, serta mengajak semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi.
Ahmadzai menanggapi dengan menyampaikan bahwa Afghanistan, sebagai negara yang tengah berupaya pulih pasca konflik internal, sangat menghargai peran PBNU sebagai jembatan perdamaian yang dapat memperkuat kerja sama antarnegara Muslim.
Ia menambahkan bahwa dukungan moral dari tokoh keagamaan Indonesia dapat menjadi katalisator bagi proses perdamaian yang lebih luas di wilayah Timur Tengah, termasuk di antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik di Yaman, Suriah, dan Palestina.
Gus Yahya menegaskan bahwa PBNU siap menjadi fasilitator dalam dialog lintas agama dan lintas budaya, dengan mengedepankan nilai-nilai persaudaraan yang menjadi landasan utama umat Islam.
Duta Besar Afghanistan menyoroti pentingnya kerja sama multilateral, termasuk peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi Islam, dalam menciptakan mekanisme damai yang berkelanjutan.
Ia juga menekankan bahwa Afghanistan menuntut dukungan internasional untuk mengatasi tantangan ekonomi dan kemanusiaan, serta mengharapkan agar Indonesia terus berperan aktif dalam forum-forum diplomatik terkait Timur Tengah.
Gus Yahya menutup pertemuan dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT melimpahkan rahmat, menenangkan hati yang berkonflik, dan memberi keberkahan bagi upaya perdamaian yang sedang digalakkan.
Pertemuan ini mencerminkan hubungan bilateral yang semakin kuat antara Afghanistan dan Indonesia, khususnya dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan perdamaian.
Penguatan diplomasi keagamaan diharapkan dapat menambah dimensi positif dalam proses penyelesaian konflik, sekaligus memperkuat solidaritas umat Islam di seluruh dunia.
Dengan dukungan moral yang disampaikan oleh PBNU, harapan akan terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah menjadi lebih realistis, meski tantangan geopolitik tetap kompleks.
Kedepannya, kedua belah pihak berjanji untuk memperluas kerja sama melalui kunjungan delegasi, pertukaran ilmiah, dan program-program kemanusiaan yang menargetkan daerah konflik.
Langkah ini menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi mediator damai yang dapat dipercaya oleh komunitas internasional, khususnya dalam konteks konflik Timur Tengah yang berlarut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan