Media Kampung – 07 April 2026 | Majid Khademi, kepala intelijen Pasukan Garda Revolusi Iran, tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 6 April 2026.

Serangan itu diluncurkan di wilayah perbatasan Irak‑Iran, menggunakan pesawat tempur serta drone untuk menargetkan fasilitas logistik militer.

Khademi, yang menjabat sejak 2022, dikenal sebagai arsitek utama operasi intelijen anti‑teror dan memantau jaringan militan regional.

Keluarga dan rekan kerja menyampaikan duka mendalam, menyebutnya sosok yang selalu menempatkan negara di atas kepentingan pribadi.

Pemerintah Iran mengumumkan hari berkabung nasional dan menjadwalkan upacara pemakaman di Tehran keesokan harinya.

Insiden tersebut menambah ketegangan antara Tehran dan Barat, sementara Washington dan Tel Aviv belum memberikan komentar resmi.

Analis militer menilai kehilangan Khademi dapat melemahkan kemampuan intelijen IRGC dalam operasi lintas batas.

IRGC berjanji melanjutkan semua operasi yang sedang berjalan tanpa mengubah kebijakan pertahanan nasional.

Beberapa negara sahabat Iran, termasuk Qatar, menyampaikan belasungkawa atas jasa‑jasa Khademi.

Sebelumnya, Khademi terlibat dalam operasi yang mengganggu jaringan penyelundupan senjata serta koordinasi dengan pasukan khusus.

Kematian beliau bertepatan dengan peningkatan aktivitas militer di wilayah Teluk dan intensifikasi konflik di Selat Hormuz.

Pihak berwenang Iran menuduh AS dan Israel melakukan aksi provokatif dan menuntut penyelidikan internasional.

Sebagai respons, militer Iran mengumumkan latihan berskala besar yang mencakup simulasi pertahanan udara dan kontra intelijen.

Komunitas internasional mengimbau penurunan eskalasi, sementara PBB meminta kedua belah pihak menahan diri.

Dampak ekonomi regional diperkirakan akan terasa pada pasar minyak, dengan harga Brent sempat naik setelah laporan serangan.

Media domestik melaporkan reaksi publik beragam; sebagian menuntut balas dendam, sementara yang lain mengharapkan perdamaian.

Sejarah IRGC menunjukkan peran penting dalam politik dalam negeri Iran, di mana kepala intelijen seperti Khademi memiliki pengaruh luas.

Kematian Majid Khademi menandai babak baru dalam dinamika keamanan Timur Tengah, dengan ketidakpastian yang masih menggelayuti hubungan internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.