Media Kampung – 06 April 2026 | Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrey Kelin, menuduh pemerintah London terlibat langsung dalam serangan Amerika Serikat terhadap Iran.
Kelin menyatakan bahwa Inggris memberi izin penggunaan pangkalan militernya bagi pesawat AS yang meluncurkan serangan ke fasilitas militer Iran.
Pernyataan itu disampaikan kepada kantor berita RIA Novosti pada hari Minggu, 5 April 2026, setelah serangkaian penyerangan pada akhir Februari.
Kelin menegaskan bahwa membiarkan Amerika melancarkan operasi dari pangkalan Inggris setara dengan keterlibatan aktif.
Ia menambah bahwa klaim Inggris yang hanya memberikan dukungan defensif dan mendorong diplomasi tidak mencerminkan tindakan di lapangan.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebelumnya mengonfirmasi persetujuan London atas permintaan Washington untuk menggunakan fasilitas militer tersebut.
Pemerintah Inggris menuturkan keputusan itu sebagai bentuk dukungan logistik terbatas, bukan partisipasi militer.
Rusia menilai langkah tersebut sebagai upaya London memperkuat koalisi anti-Iran dan menggalang dukungan internasional.
Serangan AS‑Israel pada 28 Februari menargetkan beberapa lokasi di Tehran dan instalasi rudal Iran, menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.
Iran membalas dengan menembakkan rudal ke wilayah Israel dan menyerang instalasi militer Amerika di Timur Tengah.
Washington dan Tel Aviv menyebut operasi tersebut sebagai tindakan pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran.
Namun, analisis para pengamat menunjukkan tujuan lebih luas, termasuk tekanan politik terhadap rezim Tehran.
Tuduhan Rusia menambah ketegangan diplomatik di kawasan Timur Tengah yang sudah panas.
Kremlin menilai Inggris melanggar prinsip netralitas dan berpotensi memperburuk stabilitas regional.
Kelin menuduh London berupaya memobilisasi negara lain untuk mengkonfrontasi Iran melalui konferensi tingkat tinggi tentang keamanan Selat Hormuz.
Ia menambahkan, “Membiarkan Amerika meluncurkan serangan dari pangkalan kami sama dengan keterlibatan langsung, tidak peduli bagaimana pemerintah mencoba menjelaskannya.”
Pemerintah Inggris belum mengeluarkan respons resmi terhadap pernyataan Kelin hingga batas waktu pelaporan.
Menteri Luar Negeri Inggris, James Cleverly, biasanya menegaskan kebijakan luar negeri yang menekankan diplomasi, namun belum memberikan klarifikasi publik.
Amerika Serikat belum mengomentari tuduhan Rusia terkait peran Inggris dalam operasi militer tersebut.
Israel pula menolak tuduhan bahwa mereka berkolaborasi dengan Rusia dalam menilai situasi.
Di Jakarta, para pengamat politik menilai bahwa pernyataan Rusia dapat menjadi upaya memperkuat posisi Moskow dalam negosiasi multilateral mengenai program nuklir Iran.
Mereka mencatat bahwa Rusia masih mencari dukungan internasional untuk menentang sanksi Barat terhadap Moskow.
Konflik antara Amerika, Israel, dan Iran diprediksi akan terus mempengaruhi harga minyak dunia, terutama melalui potensi penutupan Selat Hormuz.
Otoritas energi internasional memperingatkan bahwa gangguan pengiriman minyak dapat meningkatkan tekanan ekonomi pada negara‑negara pengimpor.
Sementara itu, masyarakat internasional menyerukan penurunan ketegangan dan kembali ke jalur diplomasi untuk menyelesaikan perselisihan.
PBB belum mengadakan pertemuan khusus mengenai insiden terbaru, namun sekutu‑sekutu Barat menyatakan keprihatinan atas eskalasi.
Rusia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Inggris harus menghentikan dukungan logistik kepada Amerika demi menjaga perdamaian regional.
Perkembangan ini menambah kompleksitas dinamika geopolitik di Timur Tengah, di mana aliansi tradisional diuji kembali.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan