Media Kampung – 06 April 2026 | Imigrasi Amerika menahan Hamideh Soleimani Afshar beserta putrinya di Los Angeles setelah status penduduk tetap mereka dicabut.
Pernyataan Departemen Luar Negeri mengungkap penangkapan itu didasari dugaan penyebaran propaganda mendukung rezim Iran melalui media sosial.
Kedua wanita tersebut diidentifikasi sebagai kerabat dekat almarhum Mayor Jenderal Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds.
Mereka diketahui menjalani gaya hidup mewah di kawasan Beverly Hills, sering terlihat di restoran dan acara elit.
Agen ICE menahan mereka pada Jumat malam dan menempatkan di fasilitas penahanan sambil menunggu proses deportasi.
Keputusan pencabutan status imigrasi dikeluarkan oleh Sekretaris Luar Negeri Marco Rubio, yang menegaskan AS tidak akan melindungi warga asing yang mendukung organisasi teroris.
Rubio menambahkan bahwa mereka memuji Pemimpin Tertinggi Iran dan menyebut Amerika “Setan Besar” dalam beberapa unggahan.
Suami mereka, seorang warga Iran, juga dilarang memasuki wilayah Amerika Serikat pada saat yang sama.
Langkah ini sejalan dengan penindakan terhadap dua keluarga Iran lainnya, termasuk putri mantan penasihat keamanan nasional Ali Larijani, yang juga kehilangan status hukumnya.
Pejabat AS menyatakan keempat warga tersebut memanfaatkan visa untuk gaya hidup flamboyan sambil menyebarkan pesan pro‑Iran ke publik Barat.
Keputusan tersebut muncul beberapa bulan setelah serangan udara gabungan AS‑Israel menewaskan beberapa pejabat senior Iran, menambah ketegangan diplomatik.
Pihak Tehran sebelumnya mengancam balas dendam atas serangan drone 2020 yang menewaskan Soleimani, namun presiden Iran saat ini belum mengeluarkan pernyataan baru.
Kelompok hak asasi manusia mengingatkan pentingnya proses hukum, sementara otoritas AS berargumen tindakan itu sesuai dengan peraturan keamanan nasional.
Kedua wanita diperkirakan akan menghadap hakim imigrasi dalam 30 hari, setelah itu kemungkinan akan diterbitkan perintah pengusiran.
Kasus ini menegaskan dampak berkelanjutan dari pembunuhan Soleimani pada tahun 2020 serta upaya Amerika terus membendung pengaruh ekstremis di dalam negeri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan