Media Kampung – 06 April 2026 | Presiden Kamerun Paul Biya, yang kini berusia 93 tahun, menjadi kepala negara tertua di dunia setelah memimpin selama hampir empat dekade.

Selama masa jabatannya, Biya sering menjadi subjek rumor mengenai kondisi kesehatannya, termasuk dugaan kematian yang tidak pernah terkonfirmasi.

Pemerintah resmi menegaskan bahwa sang pemimpin masih aktif menjalankan tugas, meskipun usia menembus batas harapan hidup rata-rata.

Dalam keputusan bersejarah, Biya mengumumkan penunjukan wakil presiden pertama dalam kariernya yang panjang.

Penunjukan ini menandai perubahan konstitusional yang memungkinkan adanya posisi wakil presiden setelah 40 tahun tanpa jabatan tersebut.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui kantor kepresidenan pada hari Senin, menyertai penjelasan singkat mengenai alasan kebijakan baru.

Pejabat pemerintah menjelaskan bahwa penunjukan wakil bertujuan memperkuat kesinambungan kepemimpinan dan mempermudah transisi kekuasaan di masa depan.

“Kami berkomitmen menjaga stabilitas negara melalui mekanisme yang lebih terstruktur,” ujar juru bicara kantor presiden.

Berita tersebut segera menarik perhatian publik internasional, mengingat usia Biya yang luar biasa dalam politik global.

Para pengamat menilai langkah ini dapat memperkuat legitimasi pemerintahan di tengah kritik domestik dan tekanan eksternal.

Kelompok oposisi menanggapi dengan skeptis, menyebut penunjukan sebagai upaya memperpanjang dominasi partai berkuasa.

“Penambahan wakil presiden tidak mengubah realitas kekuasaan terpusat,” kata seorang aktivis hak asasi manusia di Yaoundé.

Meski demikian, analis politik menilai bahwa struktur baru dapat membuka ruang bagi calon penerus yang terlatih.

Sejumlah ahli menyoroti bahwa usia pemimpin menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan jangka panjang negara.

Kesehatan seorang pemimpin senior menjadi faktor krusial dalam perencanaan strategis nasional,” ujar profesor ilmu politik dari Universitas Douala.

Rumor kematian yang beredar sebelumnya didorong oleh foto-foto publik yang menampilkan Biya tampak lelah.

Pihak kepresidenan menolak semua spekulasi, menegaskan bahwa pemimpin tersebut menjalani pemeriksaan medis rutin.

Keputusan penunjukan wakil presiden diharapkan memberikan rasa aman bagi investor asing yang memperhatikan stabilitas politik.

Bank sentral Kamerun menyatakan bahwa kebijakan ini dapat meningkatkan kepercayaan pasar modal regional.

Sejumlah negara Afrika menanggapi perubahan struktural ini dengan harapan meningkatkan standar demokrasi di wilayah tersebut.

Di dalam negeri, masyarakat terbagi antara harapan akan reformasi dan kekhawatiran akan konsentrasi kekuasaan lebih lanjut.

Penutup, Paul Biya tetap menjadi figur sentral dalam politik Kamerun, sementara penunjukan wakil presiden membuka babak baru dalam sejarah kepemimpinan negara tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.