Media Kampung – 06 April 2026 | Sebuah depot minyak di wilayah barat Iran terbakar setelah diserang oleh drone tak berawak pada dini hari kemarin.
Serangan tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.30 waktu setempat, menimbulkan ledakan yang melumpuhkan fasilitas penyimpanan bahan bakar.
Gambar udara yang dipublikasikan oleh otoritas setempat menunjukkan area depot yang terbakar dengan asap tebal menutupi sebagian besar bangunan.
Kerusakan meluas pada tangki penyimpanan utama, pipa distribusi, serta infrastruktur pendukung, mengakibatkan kebocoran bahan bakar ke tanah.
Kementerian Energi Iran mengonfirmasi bahwa kebakaran berhasil dipadamkan setelah tiga jam operasi pemadaman intensif.
“Kami sedang melakukan evaluasi penuh terhadap kerugian material dan memastikan tidak ada cedera pada personel,” ujar juru bicara kementerian dalam konferensi pers singkat.
Serangan ini merupakan insiden terbaru dalam rangkaian aksi drone yang menargetkan instalasi energi strategis di wilayah tersebut sejak awal tahun.
Ahli keamanan regional, Dr. Farhad Naderi, menilai bahwa penggunaan drone meningkatkan kerentanan infrastruktur kritis yang sulit dijangkau oleh pertahanan tradisional.
Ia menambahkan bahwa serangan ini dapat memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia, terutama menjelang negosiasi energi internasional.
Militer Iran mengumumkan akan meningkatkan patroli udara dan memperkuat sistem pertahanan anti-drone di sekitar fasilitas penting.
Pernyataan resmi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat menegaskan keprihatinan atas eskalasi serangan terhadap aset sipil, namun menolak keterlibatan langsung.
Investigasi bersama antara badan intelijen Iran dan lembaga keamanan sipil sedang berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku serta asal usul drone.
Dengan kondisi darurat kini beralih ke fase pemulihan, otoritas berkomitmen mempercepat perbaikan depot guna mengurangi dampak pada pasokan energi nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan