Media Kampung – 05 April 2026 | Astronot NASA Reid Wiseman mengirimkan gambar pertama Bumi yang diambil dari kapsul Orion selama misi Artemis II, menimbulkan kekaguman di kalangan kru.

Gambar menampilkan planet biru dengan benua Afrika di kiri dan Semenanjung Iberia di bawah, serta Venus bersinar di sudut kanan bawah.

Aurora hijau tampak melingkari atmosfer pada sisi kanan atas dan kiri bawah, menambah keindahan visual.

NASA menjelaskan foto tersebut menampilkan sisi Bumi yang diterangi cahaya Bulan, bukan sinar matahari langsung.

Foto ini disebut sebagai “Blue Marble” generasi baru oleh History Office NASA, mengingatkan pada foto ikonik Apollo 17 tahun 1972.

Reid Wiseman menyatakan, “Kami sampai lupa makan ketika melihat Bumi begitu jelas,” menegaskan dampak emosional gambar.

Misi Artemis II diluncurkan dari Kennedy Space Center pada 1 April 2026 dengan empat astronot: Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen.

Selama sepuluh hari, kru mengorbit Bumi, melakukan perjalanan ke Moon, mengorbit pada hari keenam, dan kembali ke Bumi pada hari kesepuluh.

Misi ini tidak mencakup pendaratan di Bulan, melainkan fokus pada pengujian kapsul Orion serta sistem pendukung kehidupan.

NASA menggunakan foto tersebut untuk menunjukkan kesiapan teknologi visualisasi dan komunikasi dalam misi berawak.

Selain foto, kru melakukan serangkaian eksperimen ilmiah terkait geologi Bulan, kesehatan manusia, cuaca luar angkasa, dan dampak radiasi pada komponen listrik.

Para astronot memetakan kawah tumbukan, aliran lava purba, serta tekstur batuan di sisi jauh Bulan yang tidak pernah terlihat dari Bumi.

Data geologis ini diharapkan memperkaya pengetahuan untuk misi Artemis III yang akan mendarat di permukaan Bulan.

Penelitian kesehatan mencakup pemantauan pola tidur, kebugaran, dan efek mikrogravitasi pada otot serta tulang.

Alat “organ-on-a-chip” dipasang untuk menguji dampak radiasi dan mikrogravitasi pada jaringan manusia secara real time.

Tim cuaca luar angkasa memantau pelepasan massa koronal dan gelombang matahari yang dapat mengganggu sistem elektronik kru.

Informasi cuaca ruang angkasa ini akan membantu mengeluarkan peringatan dini bagi misi-misi masa depan.

German Aerospace Center (DLR) bersama mitra internasional meluncurkan CubeSat kecil untuk mengukur efek radiasi pada komponen listrik selama penerbangan.

Hasil pengukuran diharapkan meningkatkan desain peralatan yang akan digunakan pada pendaratan Bulan dan misi Mars.

NASA menegaskan bahwa foto Bumi baru ini menegaskan pentingnya perspektif planetik dalam menjaga kesadaran akan kondisi Bumi.

Penelitian ilmiah Artemis II juga mencakup analisis sampel darah dan air liur untuk menilai respons sistem kekebalan tubuh terhadap radiasi.

Data kesehatan yang terkumpul akan diunggah ke bank data internasional untuk keperluan riset jangka panjang.

Perbandingan antara foto malam hari dengan eksposur berbeda menunjukkan perbedaan pencahayaan yang signifikan, menyoroti teknik fotografi satelit modern.

Komentar NASA menggarisbawahi bahwa Bumi tampak lebih biru dan cokelat, serta aurora menambah dimensi visual yang belum pernah dilihat sebelumnya dari jarak tersebut.

Artemis II menjadi misi berawak pertama ke Bulan sejak era Apollo, menandai tonggak penting dalam program kembali ke Bulan.

Keberhasilan pengujian Orion pada Artemis II menjadi dasar bagi peluncuran Artemis III, yang direncanakan mendarat di kutub selatan Bulan akhir 2026.

NASA menutup laporan dengan menekankan komitmen terhadap keamanan kru serta kesiapan teknologi untuk eksplorasi lebih jauh ke Mars.

Foto “Blue Marble” baru sekaligus menjadi simbol harapan dan tantangan baru bagi generasi astronaut dan ilmuwan di seluruh dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.