Media Kampung – 04 April 2026 | Sebuah video yang beredar di media sosial mengklaim menampilkan serangan Iran di Bahrain, namun video tersebut sebenarnya memperlihatkan serangan drone terhadap kilang minyak di Al Ahmadi, Kuwait, bukan kantor Citibank di Dubai.
Serangan terjadi pada Jumat, 3 April 2026, pagi hari, ketika beberapa unit operasional kilang terbakar akibat drone yang diduga dimiliki Iran, menurut laporan resmi Kuwait Petroleum Corporation.
Tim darurat dan pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi, namun tidak ada laporan cedera pada karyawan kilang.
Kuwait News Agency menyatakan bahwa pelabuhan kilang Mina al‑Ahmadi telah diserang untuk ketiga kalinya dalam dua pekan terakhir, menandakan eskalasi ancaman di wilayah Teluk.
Dalam beberapa jam setelah serangan, alarm peringatan terdengar di Uni Emirat Arab dan Bahrain, sementara Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat enam buah drone yang mengarah ke wilayahnya.
Pemerintah Inggris merespons dengan mengirimkan sistem pertahanan udara Rapid Sentry ke Kuwait, setelah perbincangan antara Perdana Menteri Keir Starmer dan Emir Kuwait.
Pernyataan resmi Inggris menegaskan solidaritas dengan Kuwait dan sekutu‑sekutu di kawasan Teluk, menambah tekanan diplomatik terhadap Tehran.
Iran belum memberikan komentar resmi mengenai serangan tersebut, meski pihak Kuwait menuduh keterlibatan kelompok yang berafiliasi dengan Tehran.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran pada pasar minyak global, mengingat kilang Al Ahmadi adalah salah satu fasilitas penyulingan terbesar di Timur Tengah.
Hingga kini, otoritas masih menyelidiki asal muasal drone, sementara video yang salah atribusi terus dipantau oleh platform digital untuk mencegah penyebaran informasi menyesatkan.
Situasi tetap tegang di Teluk, dengan negara‑negara koalisi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi serangan lanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan