Media Kampung – 03 April 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kemarahan setelah pemerintah Prancis menolak jalur penerbangan militer AS yang akan melintasi wilayah udara Prancis menuju Israel.
Keputusan Paris didasarkan pertimbangan keamanan regional dan keengganan mendukung operasi militer yang dipandang dapat memperluas konflik di Timur Tengah.
Trump menanggapi lewat akun media sosialnya, menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap Iran jika blokade tersebut berlanjut.
Dalam unggahan yang diposting malam itu, ia menulis, “Militer AS bahkan belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik,” menambah tekanan pada Tehran.
Ia juga membagikan rekaman video serangan udara pada sebuah jembatan strategis yang menghubungkan Tehran dan Karaj, menegaskan kesiapan operasi lanjutan.
Pernyataan keras Trump memicu lonjakan harga minyak dunia hingga 11 persen, menandakan kekhawatiran pasar akan gangguan suplai energi.
Harga West Texas Intermediate (WTI) naik $11,42 menjadi $111,54 per barel, sementara Brent mencapai $109,03 per barel, mencerminkan ekspektasi konflik berkelanjutan.
Para analis menyoroti potensi penutupan sementara Selat Hormuz, jalur utama transportasi minyak, sebagai faktor utama penggerak harga.
Menurut laporan Reuters, hampir lima minggu sejak operasi gabungan AS‑Israel dimulai, pertempuran terus meluas dan mengancam stabilitas kawasan.
Di dalam negeri, kritik politik meningkat; anggota Kongres menuntut Trump menemukan solusi diplomatik untuk menghentikan eskalasi.
Trump menegaskan bahwa dalam dua hingga tiga minggu ke depan Amerika Serikat akan “menghantam” infrastruktur kritis Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik.
Laporan media Iran mencatat delapan warga tewas dan lebih dari 90 luka akibat serangan terbaru pada infrastruktur tersebut.
Negara Austria menolak permintaan AS untuk menggunakan wilayahnya sebagai pangkalan serangan ke Iran, menegaskan netralitas dalam konflik.
Sementara itu, Trump kembali menyuarakan gagasan menarik Amerika Serikat keluar dari NATO, menuding sekutu Eropa tidak cukup berkontribusi dalam perang.
Para pakar hukum menekankan bahwa penarikan dari aliansi militer tersebut memerlukan persetujuan dua pertiga Senat atau undang‑undang Kongres.
Senator Republik Thom Tillis menilai, “Presiden tidak dapat menarik diri secara sepihak, meski ia dapat merusak hubungan fungsionalnya,” menambah tekanan politik.
Senator mayoritas Demokrat Chuck Schumer menolak keras gagasan tersebut, menyatakan, “Senat tidak akan meninggalkan NATO karena kemarahan pribadi Presiden.”
Presiden Prancis Emmanuel Macron menanggapi sikap berubah‑ubah Trump, menyebut bahwa kepemimpinan dalam konflik membutuhkan konsistensi, bukan pernyataan yang berlawanan setiap hari.
Macron menegaskan bahwa aliansi NATO dibangun atas kepercayaan dan komitmen bersama, serta mengingatkan bahwa keraguan terhadap komitmen dapat melemahkan efektivitas aliansi.
Situasi saat ini menempatkan dunia pada titik kritis, dengan ancaman militer, fluktuasi energi, dan perselisihan kebijakan luar negeri yang dapat memperpanjang ketidakstabilan regional.
Pengamat memperkirakan bahwa hingga ada dialog konkret antara AS dan Iran, serta klarifikasi kebijakan dari sekutu Eropa, ketegangan global akan tetap tinggi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan