Media Kampung – 03 April 2026 | Iran menurunkan gelombang serangan ke-89 yang menargetkan instalasi militer Israel serta aset Amerika Serikat di Teluk, kata juru bicara komando Khatam al‑Anbiya.
Operasi itu memadukan misil balistik, misil jelajah, dan drone tanpa awak, menabrak kota Eilat, Tel Aviv, Bnei Brak, serta pangkalan AS di Bahrain, Uni emirat arab, dan Kuwait.
Di Kuwait, serangan diarahkan ke pangkalan udara Al‑Adiri tempat helikopter Angkatan Darat AS berada, dengan satu helikopter dilaporkan hancur dan beberapa lainnya rusak.
Pada saat bersamaan, dua stasiun radar peringatan dini milik AS yang terletak di pulau‑pulau Emirati dan zona maritim dilaporkan terkena pukulan.
Sirene pertahanan berbunyi terus-menerus di kota Nahariya ketika roket meluncur di langit, menandai serangan misil Iran ke wilayah Israel.
Iran mengklaim sebagian proyektil diluncurkan bersama kelompok Hizbullah dari Lebanon, sebuah tuduhan yang didukung laporan militer Israel tentang sepuluh misil balistik yang datang dari utara.
Juru bicara pertahanan Israel memastikan misil tersebut dilacak kembali ke wilayah Iran, namun menyatakan tidak ada korban jiwa warga sipil.
Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Garda Revolusi, menyatakan serangan merupakan balasan langsung atas serangan US‑Israel ke posisi Iran di Tehran minggu ini.
Ia menambahkan penggunaan drone menandakan peningkatan kemampuan Teheran untuk menembus jaringan pertahanan udara canggih pada jarak jauh.
Pihak Amerika belum mengonfirmasi secara resmi tingkat kerusakan pada armada helikopter, namun citra satelit memperlihatkan asap dan puing di lapangan udara Kuwait sesudah serangan.
Pengamat regional memperingatkan eskalasi dapat memperluas konflik, menyoroti bahwa kombinasi misil dan UAV menunjukkan integrasi operasional baru antara Iran dan sekutunya.
Meski ketegangan meningkat, tidak ada saluran diplomatik yang diaktifkan, dan Tehran menolak adanya negosiasi belakang layar dengan Washington untuk menghentikan pertempuran.
Perserikatan Bangsa Bangsa menyerukan penahan diri semua pihak, menekankan risiko perpindahan penduduk sipil dan ketidakstabilan yang lebih luas di kawasan Teluk.
Sampai kini laporan korban masih terbatas; otoritas Israel menyatakan tidak ada kematian, sementara pernyataan Iran menyatakan serangan mencapai tujuan taktis tanpa menimbulkan korban sipil.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan