Media Kampung – 02 April 2026 | Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae‑Myung di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae (Blue House) pada Rabu, 1 April 2026, menandai kunjungan kenegaraan pertamanya ke Seoul. Pertemuan itu difokuskan pada penegasan komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama strategis di bidang ekonomi, teknologi, dan keamanan regional.

Prabowo disambut oleh Lee Jae‑Myung dengan jabat tangan dan pelukan hangat, diiringi pasukan kehormatan yang mengenakan seragam tradisional Korea. Upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera kedua negara dan lantunan lagu kebangsaan Indonesia serta Korea Selatan.

Presiden Prabowo menegaskan, “Bagi saya, Korea Selatan adalah sahabat dekat Indonesia dan saya ingin memperdalam kerja sama di semua sektor.” Ia menambahkan bahwa kunjungan pertama ini memiliki arti strategis bagi hubungan bilateral.

Lee Jae‑Myung menyambut kunjungan dengan menekankan Indonesia sebagai tujuan utama investasi perusahaan Korea dan mitra berharga dalam pengembangan industri, termasuk kendaraan listrik. “Korea hanya memiliki satu hubungan komprehensif seperti ini dengan negara mana pun,” ujar Lee.

Kedua pemimpin sepakat memperluas kolaborasi di industri manufaktur, energi bersih, mineral, serta riset dan pengembangan teknologi tinggi. Mereka juga membahas potensi kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan maritim.

Prabowo menyoroti keunggulan Korea Selatan dalam ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi yang dapat bersinergi dengan sumber daya alam melimpah Indonesia, khususnya mineral kritis dan energi terbarukan. Lee menambahkan bahwa sinergi ini dapat mempercepat transisi energi kedua negara.

Kedua negara menegaskan posisi mereka sebagai negara di kawasan Pasifik dengan orientasi perdagangan yang kuat, sehingga hubungan yang baik dianggap penting untuk kesejahteraan ekonomi bersama. Mereka juga mengingatkan pentingnya stabilitas dan perdamaian regional di tengah ketidakpastian global.

Prabowo mengajak para menteri, termasuk Menlu Sugiono, Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Kelautan Sakti Wahyu Trenggono, untuk segera mewujudkan langkah konkrit. Sesi selanjutnya dijadwalkan berlanjut dengan rapat kerja tingkat menteri kedua negara.

Pertemuan ini melanjutkan komitmen yang telah disepakati dalam pertemuan puncak sebelumnya, dimana kedua pemimpin berjanji meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat tertinggi. Upaya ini diharapkan menghasilkan kemitraan strategis komprehensif khusus antara Indonesia dan Korea Selatan.

Penguatan kemitraan bilateral dipandang dapat memperkuat jaringan kerjasama antara ASEAN dan Korea Selatan, sekaligus berkontribusi pada stabilitas Indo‑Pasifik. Para analis menilai hubungan ini dapat menyeimbangkan pengaruh eksternal di wilayah tersebut.

Berbagai proyek bersama diproyeksikan, mulai dari pembuatan kendaraan listrik berbasis komponen Indonesia‑Korea, investasi di sektor energi bersih, hingga program pertukaran ilmiah. Kedua pihak berharap aliran investasi dan transfer teknologi meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan.

Kunjungan kenegaraan Prabowo ke Blue House menandai babak baru dalam hubungan Indonesia‑Korea Selatan yang lebih intensif dan berorientasi masa depan. Kedua negara berkomitmen menjaga dialog berkelanjutan demi kemakmuran bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.