Media Kampung – 31 Maret 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa tindakan favoritnya adalah mengambil minyak Iran dan ia tengah menimbang kemungkinan merebut Pulau Kharg, pusat ekspor utama negara itu.

Penuturannya disampaikan dalam wawancara dengan Financial Times dan dikutip oleh CNBC, di mana ia menyebut kritikus domestik sebagai orang “bodoh”.

Pentagon sekaligus menyiapkan opsi invasi darat terbatas, termasuk penyerbuan pulau tersebut serta serangan di sekitar Selat Hormuz, menurut pejabat Amerika yang dihubungkan dengan The Washington Post.

Juru bicara Gedung Putih menegaskan bahwa persiapan militer tidak serta merta berarti keputusan akhir telah diambil oleh Presiden.

Pulau Kharg terletak sekitar 25 kilometer dari pantai Iran di Teluk Persia, seluas kira-kira sepertiga ukuran Manhattan, dan mengelola hampir 90 % ekspor minyak Tehran.

Iran menyumbang sekitar 4,5 % produksi minyak dunia, dengan rata‑rata harian 3,3 juta barel minyak mentah serta 1,3 juta barel kondensat.

Dokumen CIA tahun 1984 mengidentifikasi fasilitas di Kharg sebagai yang paling vital dalam jaringan minyak Iran, menandakan pentingnya pulau itu bagi ekonomi negara.

Yair Lapid, pemimpin oposisi Israel, menilai bahwa penghancuran terminal Kharg dapat melumpuhkan ekonomi Iran dan menggerogoti rezim Tehran.

Pasukan tambahan AS sudah tiba di wilayah Timur Tengah; sekitar 3.500 personel, termasuk 2.200 Marinir, merupakan bagian dari rencana pengiriman hingga 10.000 prajurit.

Trump membandingkan rencana tersebut dengan operasi di Venezuela, di mana AS berupaya menguasai sektor minyak setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada awal 2026.

Harga minyak mentah Brent telah melonjak lebih dari 50 % dalam sebulan, mencapai lebih dari US$116 per barel, dipicu oleh ketegangan antara AS‑Israel dan Iran.

Para analis militer memperingatkan bahwa operasi di Kharg berpotensi menimbulkan serangan drone, rudal, serta ranjau improvisasi, yang dapat memperpanjang konflik.

Di dalam negeri, beberapa anggota Kongres menilai rencana Trump sebagai tindakan berisiko tinggi yang dapat menambah beban fiskal dan mengganggu stabilitas pasar energi.

Pengamat geopolitik mencatat bahwa kontrol atas Kharg dapat memberi AS pengaruh signifikan atas aliran minyak global, namun juga memicu reaksi keras dari negara-negara Teluk.

Jika AS berhasil menguasai pulau itu, logistik pengangkutan minyak Iran ke pasar internasional akan terganggu, berpotensi menurunkan pasokan dan menambah volatilitas harga.

Sementara itu, Iran menegaskan kesiapan pertahanan di Kharg dan menuduh AS berusaha melakukan agresi ekonomi yang melanggar hukum internasional.

Situasi masih berkembang; keputusan akhir mengenai operasi di Pulau Kharg belum diumumkan, sementara tekanan regional dan fluktuasi harga minyak terus meningkat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.