Media Kampung – 21 Maret 2026 | Arab Saudi menyatakan haknya untuk melakukan tindakan militer setelah serangkaian serangan rudal dan drone Iran menarget wilayahnya pada Jumat pagi.
Serangan itu juga menimpa Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain, yang masing-masing melaporkan berhasil menangkis ancaman udara.
Kementerian Pertahanan Saudi mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan berhasil menembak jatuh sepuluh drone di zona timur dan satu drone di wilayah utara dalam rentang kurang dari dua jam.
Pihak militer Uni Emirat Arab melaporkan bahwa pertahanan udara mereka berhasil menetralkan rudal yang datang dari arah Iran, tanpa menimbulkan kerusakan pada infrastruktur sipil.
Militer Kuwait menegaskan bahwa sistem pertahanan mereka telah merespons dan menetralkan ancaman rudal serta drone musuh secara efektif.
Bahrain melaporkan kebakaran di sebuah gudang akibat pecahan peluru yang mereka sebut sebagai “agresi Iran”, namun api dapat dipadamkan tanpa korban jiwa.
Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui kantor berita Tasnim mengklaim bertanggung jawab atas serangan, menyebut target meliputi pangkalan udara Al‑Dhahra milik AS di UEA serta beberapa lokasi di Israel.
Saudi menegaskan bahwa intensitas serangan meningkat, namun pertahanan mereka berhasil menghancurkan semua ancaman yang terdeteksi.
“Kami siap membela kedaulatan dan keamanan negara kami, termasuk dengan tindakan militer bila diperlukan,” ujar juru bicara pertahanan Saudi dalam konferensi pers.
Seorang pejabat senior di Uni Emirat Arab menambahkan, “Kami berterima kasih atas kesiapan sistem pertahanan kami yang berhasil melindungi wilayah kami dari serangan yang tidak provokatif.”
Serangan ini merupakan lanjutan dari insiden pada Kamis, ketika drone menabrak kilang minyak Saudi di Laut Merah dan memicu kebakaran di dua kilang Kuwait.
Iran dilaporkan meningkatkan aksi balasannya setelah fasilitas gas terbesar dunia di Ras Laffan, Qatar, yang diserang Israel, mengalami kerusakan signifikan.
Ketegangan ini menambah beban geopolitik di Teluk, di mana Saudi dan UEA berkoordinasi erat dalam memperkuat pertahanan bersama.
Amerika Serikat, yang memiliki beberapa pangkalan militer di kawasan tersebut, memantau perkembangan dengan cermat dan menegaskan komitmen terhadap keamanan sekutunya.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan semua pihak menahan diri dan menghindari eskalasi yang dapat mengancam stabilitas regional.
Jika Iran tidak menghentikan serangan, Saudi berpotensi melancarkan operasi balasan terhadap instalasi militer atau fasilitas strategis di wilayah Iran.
Para analis memperingatkan bahwa tindakan balasan dapat memperluas konflik menjadi konfrontasi lebih luas antara blok Barat dan Iran.
Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa, namun situasi tetap tegang dan menuntut kewaspadaan berkelanjutan dari semua negara terkait.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

